Surabaya, suarakpk.com - Meyiapi
penangkapan dua terduga teroris di Malang dan Surabaya, Senin (19/6).
Kewaspadaan ini dilakukan agar peristiwa serupa yang terjadi di Tuban tidak
terulang lagi demikan disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin,SH kepada
seluruh jajarannya agar lebih meningkatkan kewaspadaan.
Kapolda
Jatim mengatakan "Pascapenangkapan dua terduga teroris, kami langsung
instruksikan kepada seluruh Polres jajaran agar lebih meningkatkan kewaspadaan
baik bersifat perorangan maupun kesatuan".
Dua
terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Mabes Polri merupakan jaringan
Abu Jandal di Malang dan Surabaya. Mereka adalah Syahrul Munif dan Agus Tri
Mulyono alias Pak Gun. Sahrul ditangkap di Malang dan Agus diamankan di Tanah
Merah, Surabaya. Syahrul ditengarai pernah berangkat ke Suriah bersama Abu
Jandal dan bergabung dengan ISIS.
Dikabarkan
bahwa Agus juga diketahui ikut deklarasi ISIS bersama Zainal Anshori.
Penangkapan keduanya berdasarkan rekaman komunikasi antara Febri Rahman,
terpidana terorisme yang saat ini mendekam di Lapas Malang.
"Dalam
penangkapan terduga teroris, kami hanya memfasilitasi saja. Penanganannya
dilakukan oleh Densus," ungkap Irjen Pol Machfud.
Kapolda
tidak ingin peristiwa di Tuban pada 8 April lalu terlurang kembali. Sebagaimana
diberitakan, dari enam terduga teroris telah beraksi dan menembak dua polisi
yang tengah jaga di Pos Lalu Lintas Resort Tuban, rest area hutan Jati Peteng,
Jalan Raya Tuban-Semarang, Jatim. Setelah baku tembak selama enam jam, polisi
menembak mati keenamnya. Baku tembak itu mengakibatkan dua polisi terluka.
Aksi
yang diduga dilakukan enam terduga teroris disinyalir aksi balas dendam karena
pemimpin Jamaah Ansharut Daulah Indonesia, Zainal Anshori, ditangkap Detasemen
Khusus 88 Antiteror sehari sebelumnya di Lamongan.
Polisi
menyebut Zainal didaulat sebagai pemimpin tertinggi JAD pada 2015 oleh pendiri
organisasi Aman Abdurrahman.
Aman
kini mendekam di Lapas Nusakambangan karena pidana terorisme. Aman telah
mendeklarasikan sumpah setia kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan
Suriah atau ISIS.
"Dua
terduga teroris yang ditangkap Densus di merupakan jaringan JAD," ungkap
Kapolda Machfud. (ziwa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar