Merti Dusun Blondo, Saat Syukur dan Kebersamaan Warga Menjadi Satu - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

22 September 2026

Merti Dusun Blondo, Saat Syukur dan Kebersamaan Warga Menjadi Satu


KAB.SEMARANG, SUARAKPK.COM — Ada suasana berbeda di Dusun Blondo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/9/2026). Warga berkumpul dalam balutan kebersamaan untuk menjalankan tradisi Merti Dusun, sebuah warisan leluhur yang hingga kini masih dirawat dan dijaga.


Bagi masyarakat Blondo, Merti Dusun bukan sekadar agenda tahunan. Di dalamnya terdapat ungkapan syukur atas hasil panen dan rezeki yang diberikan Tuhan, sekaligus doa bersama agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.


Suasana guyub tampak mewarnai kegiatan tersebut. Warga dari berbagai kalangan ikut terlibat, sementara kehadiran unsur pemerintah daerah semakin menambah semarak kegiatan yang sarat dengan nilai budaya tersebut.


Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi semangat masyarakat Blondo dalam mempertahankan tradisi leluhur.


“Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir dalam acara Merti Dusun Blondo. Tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud syukur sekaligus upaya nyata melestarikan budaya yang telah diwariskan para pendahulu,” ujar Ngesti.


Menurutnya, nilai yang paling terasa dari kegiatan tersebut bukan hanya pada rangkaian tradisinya, tetapi juga semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.


Ia berharap kekompakan warga Blondo tetap terjaga dan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun.


“Semoga kebersamaan dan gotong royong ini terus terjaga, membawa keberkahan, kerukunan, dan kemakmuran bagi seluruh warga Blondo,” tambahnya.


Camat Bawen Aris Setyawan juga melihat Merti Dusun sebagai bagian penting dari upaya menjaga budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman.


“Merti Dusun menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang mengandung nilai syukur, kebersamaan dan pelestarian budaya. Ini harus terus dijaga agar generasi berikutnya tetap mengenal budaya dan tradisi yang ada di wilayahnya,” kata Aris.

Bagi Aris, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya seperti Merti Dusun memiliki makna lebih luas. Tradisi tersebut menjadi ruang bertemunya warga, mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong.


Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, Merti Dusun Blondo menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus membuat masyarakat melupakan akar budayanya.


Tradisi boleh berubah mengikuti zaman. Namun, nilai syukur, kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong tetap menjadi warisan yang layak dipertahankan.


Dari Blondo, pesan sederhana itu kembali terlihat: menjaga tradisi bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga merawat kebersamaan untuk menyambut masa depan.

( Redaksi: Endar W)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)