Bentangkan Kain Putih, Sejumlah Tokoh dan Aktivis Serukan Penolakan Geothermal Gunung Ungaran - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

06 September 2026

Bentangkan Kain Putih, Sejumlah Tokoh dan Aktivis Serukan Penolakan Geothermal Gunung Ungaran


KAB SEMARANG, SUARAKPK.COM — Suasana di kawasan wisata Bascem Kendalisodo, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026), diwarnai seruan kepedulian terhadap kelestarian Gunung Ungaran. Sejumlah tokoh masyarakat, penggiat seni dan budaya, organisasi masyarakat (ormas), LSM hingga komunitas pecinta alam menyampaikan penolakan terhadap rencana konsesi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Geothermal Gunung Ungaran.


Penolakan tersebut tidak hanya disampaikan melalui orasi. Para peserta juga membentangkan kain putih yang digunakan sebagai media petisi. Mereka kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk pernyataan sikap bersama untuk menjaga kawasan Gunung Ungaran dan sumber air yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Sejumlah tokoh yang hadir dan menyuarakan penolakan tersebut di antaranya Rahman, Parmin, Tikno,Eko, Havid S, Alfian Niko, Miko Yulianto, Fahmi Bastian dari WALHI, Bambang yang merupakan penggiat pecinta alam, Subur warga yang tinggal di kawasan Gedongsongo, serta Supoyo dari Desa Banyukuning.


Dalam orasinya, mereka menyerukan agar rencana eksploitasi geothermal di Gunung Ungaran dikaji secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.


Mereka menilai Gunung Ungaran memiliki fungsi ekologis yang penting, terutama berkaitan dengan hutan, sumber mata air dan keseimbangan lingkungan di kawasan sekitarnya.

Kain Putih Menjadi Simbol Penolakan

Kain putih yang dibentangkan di kawasan wisata Bascem Kendalisodo menjadi simbol aspirasi bersama. Di atas kain tersebut, para peserta membubuhkan tanda tangan sebagai bagian dari petisi penolakan.


Bagi mereka, petisi tersebut bukan sekadar tanda tangan, tetapi menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan Gunung Ungaran.


Seruan yang digaungkan pun sederhana namun sarat makna: “Tolak Konsesi Geothermal Ungaran” dan “Selamatkan Ungaran, Selamatkan Kita Semua.”

Mereka juga menekankan pentingnya menjaga sumber air agar tetap dapat dimanfaatkan masyarakat, pertanian dan ekosistem di sekitar Gunung Ungaran.


Kekhawatiran Dampak Lingkungan

Dalam aksi tersebut, para tokoh dan aktivis juga menyampaikan kekhawatiran terhadap sejumlah potensi dampak lingkungan yang menurut mereka perlu diperhitungkan apabila eksploitasi geothermal dilaksanakan.


Mulai dari kemungkinan perubahan kondisi sumber air, gangguan terhadap ekosistem, perubahan struktur tanah, hingga risiko bencana lingkungan menjadi sejumlah persoalan yang mereka soroti.


Mereka meminta agar kepentingan investasi dan kebutuhan energi tidak mengesampingkan aspek keselamatan warga serta keberlanjutan lingkungan.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ungaran, keberadaan hutan dan mata air bukan hanya persoalan ekologis, tetapi berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.


Menjaga Gunung Ungaran untuk Generasi Mendatang

Para peserta aksi berharap suara masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam setiap kebijakan terkait pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran.


Mereka menginginkan adanya kajian yang transparan, menyeluruh dan melibatkan masyarakat sebelum aktivitas eksploitasi dilakukan.


Pesan yang mereka bawa pun ditujukan bukan hanya untuk pemerintah maupun pemangku kepentingan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.


“Alam bukan komoditas. Lindungi hutan dan sumber air Ungaran. Utamakan keselamatan warga dan generasi mendatang,” menjadi salah satu pesan yang disuarakan dalam aksi tersebut.


Pembentangan kain putih dan penandatanganan petisi di Bascem Kendalisodo menjadi gambaran bahwa isu geothermal Gunung Ungaran telah menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, penggiat seni dan budaya, organisasi masyarakat, aktivis lingkungan hingga komunitas pecinta alam.


Bagi mereka, menjaga Gunung Ungaran berarti menjaga sumber kehidupan dan warisan alam agar tetap lestari bagi generasi berikutnya.

( Redaksi: Endar W)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)