KAB. SEMARANG, suarakpk.com – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di wilayah pedesaan kini menjadi faktor penentu utama dalam memutar roda ekonomi warga masyarakat.
Dengan adanya infrastruktur ini, terbukti ampuh memangkas biaya logistik secara signifikan, meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen, hingga mempermudah mobilisasi alat mesin pertanian (alsintan) dari lahan menuju pasar tradisional.
Dongkrak Ekonomi Desa Melalui Efisiensi Transportasi
Di Dusun Sembung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pembangunan jalan usaha tani menjadi bukti nyata bagaimana aksesibilitas mampu mendongkrak pendapatan petani lokal.
Jalan yang kini kokoh dengan material beton tersebut memberikan manfaat multidimensi bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani padi, jagung, hingga kelengkeng.
“Jalan usaha tani ini, memiliki panjang sekitar 400 meter lebih, dengan lebar sekitar 2,5 meter yang dulunya merupakan jalan setapak, Alhamdulillah sekarang bisa jadi jalan usaha tani dengan material utama beton,” ungkap Anggota DPRD kab.semarang H, Sjaichul Hadi, Kamis (7/5/26).
Selain menekan pengeluaran produksi, (JUT) ini berfungsi strategis menghubungkan warga ke pusat-pusat perdagangan di Kecamatan Bancak dan Bringin.
Dengan jalur yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat, kendala distribusi yang selama ini mencekik margin keuntungan petani kini mulai teratasi.
“Dengan adanya JUT ini, petani atau warga desa bisa mengangkut hasil-hasil pertanian jauh lebih mudah, mulai dari padi, jagung, kelengkeng, ini bisa di angkut bersama,” jelas Sjaichul yang juga mantan Kades Boto tersebut.
Menariknya, manfaat JUT ini meluas hingga ke sektor non-pertanian. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi dana aspirasi DPR RI dan bantuan Pemprov Jateng senilai Rp170 juta ini kini menjadi akses utama menuju fasilitas pendidikan seperti SMKN 1 Bancak dan SDN Boto.
“Sehingga keberadaan jalan usaha tani ini tidak hanya fokus di satu sektor saja, yaitu pertanian dan peternakan, namun juga jadi akses utama aktivitas warga yang pasti keberadaannya harus didorong oleh semua pihak,” tegas Sjaichul.
Investasi pada infrastruktur desa ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi jangka panjang.
Kemudahan akses diyakini akan membuat produk unggulan dari Desa Boto memiliki daya tawar yang lebih kompetitif karena kualitas barang terjaga selama proses pengangkutan.
“Bahkan dengan adanya jalan usaha tani ini juga mampu mendorong pembangunan infrastruktur desa yang maksimal, hingga mampu meningkatkan daya saing produk-produk lokal desa,” pungkasnya.
(Mujib/red).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar