Temanggung,suarakpk.com
Temanggung – Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) 2026 sukses digelar dan diproyeksikan menjadi agenda tahunan. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bahkan berencana memasukkan kegiatan tersebut ke dalam kalender event pariwisata.
Langkah ini dinilai strategis untuk menggabungkan sektor pertanian dengan wisata edukasi, sekaligus menarik minat masyarakat terhadap pertanian modern.
Yasin menegaskan, keterlibatan petani muda menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian di Jawa Tengah. Menurutnya, generasi muda harus mulai kembali ke sawah dengan memanfaatkan teknologi.
“Petani muda punya peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Petani Muda Jadi Harapan
Ketua Panitia PADI 2026, Abdul Rosyid, menyebut potensi petani muda di Jawa Tengah sangat besar. Ia mencontohkan penerapan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Dengan alat modern seperti cultivator dan sprayer, hasil panen bawang bisa mencapai sekitar 15 ton per hektare, lebih tinggi dibanding cara konvensional,” jelasnya.
Berdasarkan data panitia, alumni Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) didominasi usia produktif, yakni 19 hingga di bawah 40 tahun.
Expo Inovasi hingga Festival Kopi
Panitia lainnya, Agung, mengatakan PADI telah digelar dua kali sejak 2025 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas pertanian, perbankan, hingga pelaku agribisnis.
Dalam expo, berbagai inovasi pertanian berbasis digital dipamerkan. Salah satunya durian monthong berbobot hingga 9 kilogram yang dipamerkan oleh Sugiyanto dan Riyan.
Selain itu, festival kopi turut meramaikan acara dengan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Juara pertama diraih oleh Muhammad Mufti Amin dari Bansari, Temanggung.
Dengan konsep yang memadukan pertanian, teknologi, dan wisata, PADI diharapkan menjadi magnet baru bagi pengembangan ekonomi daerah.
( Redaksi: Endar W)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar