Batu Bara – Krisis air bersih melanda warga Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara selama empat hari terakhir. Terhentinya pasokan air membuat aktivitas harian masyarakat lumpuh, terutama untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi.
Sejumlah warga mengaku kesulitan menjalani rutinitas. Santi, seorang ibu rumah tangga, mengatakan kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi anak-anak yang harus bersiap ke sekolah.
“Sudah empat hari air tidak mengalir. Kami tidak bisa mencuci atau mandi, anak-anak juga jadi terganggu mau berangkat sekolah,” ujarnya.
Camat Lima Puluh, Andri Aulia Harahap, membenarkan adanya gangguan distribusi air bersih tersebut. Ia menyebut, pasokan dari PDAM Tirta Tanjung Lima Puluh tidak sampai ke permukiman warga sejak beberapa hari terakhir.
“Selama empat hari ini air tidak mengalir ke rumah warga, sehingga aktivitas sehari-hari ikut terhambat,” katanya, Sabtu (26/4/2026).
Pihak PDAM menjelaskan, gangguan ini dipicu oleh pemutusan aliran listrik oleh PLN akibat tunggakan pembayaran. Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM, Muslim Amas, menyebut pihaknya telah meminta penundaan pemutusan, namun tidak dikabulkan.
“Listrik diputus karena tagihan belum dibayar. Kami sudah ajukan penundaan, tapi ditolak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi keuangan PDAM semakin memburuk sejak berpisah dari Kabupaten Asahan. Minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah serta tingginya biaya operasional membuat perusahaan kesulitan bertahan.
Bahkan, dampaknya tidak hanya pada layanan air, tetapi juga kesejahteraan pegawai. PDAM disebut sudah hampir dua bulan belum membayar gaji karyawan serta iuran BPJS.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Mereka mendesak agar pasokan air bersih segera dipulihkan agar kehidupan kembali normal.
Teks foto : Petugas PDAM Tirta Tanjung sedang memperbaiki jaringan air bersih (istimewa)
Reporter : Muhammad Amin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar