Blora,suarakpk.com - Jalan merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi suatu desa yang sangat penting, karena infrastruktur yang memadai bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa semisal harga panen jagung, padi,dan buah- buahan yang ditanam warga, dengan insfratruktur jalan yang baik dipastikan pertumbuhan ekonomi cepat meningkat seperti masyarakat desa Bangklean,Gempol dua desa yang ada di kawasan hutan ini memerlukan Infraktruktur terutama jalan yang layak dan memadai.
Karena semua wilayahnya desa ada di kawasan hutan penghasilan utama warganya petani hutan dan hasil jagung sebagai andalan warga juga merupakan penghasil jagung terbesar di kecamatan Jati kabupaten Blora.
Media suarakpk.com selasa,
(18 /04/2023) berkunjung dan melihat langsung kondisi langsung didesa bangklean dan Gempol, sepanjang jalan yang dilalui 80% rusak parah banyak kubangan, berlumpur, berair, sejak dari jalan wilayah desa Doplang, desa Jati, desa Jegong, dan masuk kawasa hutan rusaknya semakin parah lagi sampai memasuki desa Bangklean apa lagi kalau selesai hujan lebih parah lagi harus berjuang keras bisa ke desa Bangkleyan kasihan para siswa dari kedua desa ini yang bersekolah di SMKN 1 Jati, dan guru dari Doplang yang mengajar di SDN yang ada di kedua desa ini, dan SMPN 3 Bangklean harus berjibaku dengan waktu dan keadaan jalan yang rusak seperti itu.
Saat bertemu kepala desa Bangkleyan Mulyono dirinya mengungkapkan," warga saya selalu keluh kesah mengenai kondisi jalan dari desanya ke kota kecamatan Jati, kerusakkannya semakin parah sebagai kades saya selalu mengusulkan sejak menjabat kades desa Bangkleyan di musrenbang RKPD kecamatan Jati, tapi selalu gagal di tingkat kabupaten banyak keluhan warganya tiap hari menanyakan selalu perkembangannya pengajuan dari pihak pemdes ke kabupaten," ungkapnya
Mulyono menambahkan," apa lagi saat saat seperti ini mau lebaran dengan kondisi jalan seperti ini saya hanya menunggu dan pasrah memohon kepada bupati Blora Arif Rohman, ketua DPRD Blora Dasum, dan dinas terkait DPUPR Blora untuk memperhatikan serta memprioritaskan pembangunan infrastruktur terutama jalan yang menuju ke desa Bangkleyan,karena ini mempengaruhi aktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi warga banyak aktifitas warga desa Bangkleyan mulai dari berobat,melahirkan, mereka lebih memilih pergi ke kecamatan Karanganyar kabupaten Ngawi, karena desa Bangkleyan berbatasan langsung dengan kabupaten Ngawi, yang infrastruktur sudah bagus dan layak,"tambahnya.
"Saya sebagai kades Bangkleyan saya sebenarnya bingung, kenapa wilayah desa Bangkleyan tidak masuk prioritas pembangunan infrastruktur di tahun 2023 seperti infrastruktur jalan Randublatung ke desa Getas, Klatak ke kelurahan Wulung, Jalan Doplang ke Kunduran, ketiga wilayah tersebut bisa masuk prioritas pembangunan jalan Rigit di tahun 2023. Mungkin jalan desa Bangkleyan ke desa Doplang juga dapat tapi tidak seperti yang diharapkan,bisa menjadi prioritas Pemkab Blora, kalau di bandingkan padahal lebih jelek Bangkleyan ke Doplang,"ungkap Mulyono.
Mulyono berharap," semoga keluhan dari saya mewakili masyarakat, dan merupakan juga harapan masyarakat desa Bangkleyan,hal ini semoga bisa ditanggapi bupati Blora Arif Rohman dengan jajarannya, supaya mempedulikan dan memprioritas pembangunan Infraktruktur jalan, tidak harus Rigit langsung paling tidak digrosok dulu masyarakat sudah berterima kasih,yang terpenting aktivitas perekonomian di dimusim hujan,maupun kemarau lancar, kalau mau ke kota kec Jati,maupun Blora tidak kesulitan lagi, dan tidak memilih ke Jawa Timur,"harapnya
Hal senada juga dikeluhkan Jadi ( 45) Warga dukuh Bangkleyan,sebagai warga yang mempunyai usaha untuk belanja barang ke pasar rakyat Doplang biaya yang di keluarkan juga mahal, sering rusak ban kendaraan karena faktor jalan sehingga dirinya mengaku banyak kegiatan ekonomi nya, belanja di wilayah kabupaten Ngawi karena jalannya sudah baik dan halus biaya cos nya rendah dari pada ke Doplang. Jadi berharap ,"Pemkab Blora memperhatikan keluhan warga desa Bangkalan supaya ada perhatian mengenai Infraktruktur jalan ke desanya,"harap nya.
Saat suarakpk.com mengkonfirmasi ke pihak DPUPR Blora melalui kabit BM Yudi kristiawan,ST., menjelaskan," untuk jalan ke Bangkleyan di tahun ini juga ada program peningkatan jalan (rigit)Bangklean ke bendosengon dengan dana APBD blora( Rp 1.4M) dan peningkatan Jalan Desa Bangklean ke desa Gempol dari dana bankiu provinsi senilai Rp 500 juta,"jelas Yudi k.
Di bangkleyan kegiatannya ada Peningkatan Jalan Bangkleyan Bendosengon dan arah gempol ada paket Peningkatan jalan Gempol Bangkleyan.
Yudi berharap,"semoga di tahun anggaran 2024 jalan Doplang ke desa Bangklean bisa menjadi proggram prioritas karena merupakan jalan penghubung antar kabupaten dan antar propinsi juga,"harapnya.(Dwi/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar