BLORA, suarakpk.com - Senin, (07/03/2022) bertempat di cafe dan resto galaxy jalan kolonel Sunandar Kabupaten Blora, acara Penggerakan Masyarakat dan Pembudayaan GERMAS di Tatanan Tingkat Kabupaten Blora diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora
Acara dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Blora Edi Widayat, S.Pd, M.Kes, M.H., Sekertaris Dinas Kesehatan DRG. Wilys Yuniarti, MM., Kasi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Nanik Sri Mulyaningsih, S.Km, M.Si. beserta tim. dan berbagai media yang ada di kabupaten Blora. Acara dimulai pukul 10.00 WIB.
Mengatasi masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan yang belum bias terselesaikan, dan menjadi masalah serius di Indonesia.
Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Penyakit yang banyak ditemui seperti penyakit menular seperti diare, demam berdarah, dan lainnya, telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyakknya kasus penyakit tidak menular seperti Kanker, Diabetes Meletus, Jantung Koroner, dan Hipertensi.
Untuk menanggulangi penyakit tidak menular Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mengajak teman-teman media untuk mengenal GERMAS dimana gerakan ini bertujuan untuk masyarakat budaya hidup sehat serta meninggalkan perilaku, dan kebiasan masyarakat yang kurang sehat.
Dalam sambutannya Sri Mulyaningsih menjelaskan,
” Bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang beresiko dialami masyarakat saat ini kita harus melakukan langkah Germas dimana kita harus melakukan aktifitas fisik."
"Perkembangan jaman seringkali membuat banyak orang melakukan aktifitas fisik baik itu aktifitas fisik karena olahraga maupun bekerja sangatlah minim, padahal melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita semua."
"Makan buah, dan sayuran juga sangat penting karena sayuran, dan buah banyak mengandung serat, vitamin, dan mineral bagus untuk kesehatan tubuh."
"Tidak merokok karena kandungan dalam rokok sangatlah berbahaya untuk orang-orang di sekeliling kita, dan diri kita karena menganggu paru-paru."
"Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, karena mempunyai efek buruk eman-eman ginjal kita kalau banyak minum alkohol ginjal bisa bermasalah."
"Melakukan cek kesehatan berkala seperti cek berat badan, cek lingkar perut,cek tekanan darah, gula, dan kolestrol."
"Selalu menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan jamban supaya resiko penularan jenis penyakit tidak meningkat,” Jelasnya.
Edy Widayat dalam sambutannya juga mengajak teman-teman media untuk mengangkat hal-hal yang positif terkait aktivitas Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dengan harapan bisa memberikan dampak konstruktif, dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa ada hal menarik yang jarang dibahas, dan diketahui yakni terkait bidang pelayanan hingga perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinkes dalam hal ini adapun jenis olahan pangan yang tidak termasuk kategori PIRT seperti susu beserta olahan, daging, dan sejenisnya, minuman beralkohol, air minum dalam kemasan, makanan bayi, persyaratan, dan cara mengurus PIRT datang saya ke Dinas Kesehatan gratis atau bisa bertanya memalui web resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Ujarnya.
Edy Widayat menambahkan hal lain yang jarang sekali terekspose terkait besaran Premi yang dikucurkan Pemerintah Daerah untuk membayar BPJS bagi masyarakat yang tidak mampu.
Meskipun demikian, Edy menjelaskan bahwa data usulan untuk memperolehnya berasal dari Dinas Sosial, sedangkan Dinas Kesehatan sebagai pihak yang membiayai.
"Premi dalam hal pembayaran BPJS kelas 3 untuk masyarakat Kabupaten Blora tertinggi mencapai 28 Miliar. Nominal tersebut untuk membayar sekitar 59 Ribu pengguna BPJS yang ditanggung Pemda," tambahnya.
Terpisah, Bayu dari suarakpk.com dalam sesi diskusi menyampaikan kritik, dan saran terkait penyuluhan dalam topik Stunting yang dinilai sangat penting.
“ Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh narasumber terkait stunting, dan saya juga ingin menyampaikan kritik di mana banyak penyuluhan yang dilakukan oleh teman-teman dari kesehatan itu tidak tepat malah seperti ngomong sendiri, dan seperti presentasi di dalam kelas, karena narasumber melakukan penyuluhan itu tujuannya supaya audien atau pendengar itu mengerti apa inti dari penyuluhan tersebut paling enggak di tengah-tengah penyuluhan di beri pertanyaan supaya suasanya hidup, dan mohon kepada dinas terkait supaya memberikan pelatihan komunikasi terapiutik supaya berguna untuk teman-teman yang mau melakukan penyuluhan, dan untuk mengetahui perkembangan stunting hendaknya lebih memperhatikan ibu-ibu PKK yang membantu di Posyandu karena merekalah yang mengerti dan tahu persis perkembangan pola asuh dari pada orang tua masing-masing,” Paparnya.
Pertanyaan tersebut di berikan tanggapan oleh Edy Hidayat.
“ Baik terimakasih untuk masukan, dan kritikannya nantinya kami akan melakukan pelatihan kepada teman-teman kesehatan dalam hal penyuluhan supaya kaidah bahasa ataupun cara menyampaian inti dari pada penyuluhan itu tepat, untuk pembiyayan seperti PKK sudah masuk didalam Dana Desa tetapi untuk memberikan penyuluhan di desa itu menjadi tanggung jawab dari Dinas Kesehatan," jelas Edy.
Dari pantauan suarakpk.com di lokasi, acara tersebut secara keseluruhan berlangsung menarik, aman,lancer, dan kondusif. Serta tetap menaati protokol kesehatan dikarenakan masih pada masa pandemi Covid-19.
(Bayu-Dwi/Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar