PALANGKA RAYA, suarakpk.com - Merasa sang suami menjadi korban ke zholiman atas kasus pembangunan jalan antaradesa di Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan Lisnawati kirimkan surat terbuka buat Presiden RI Ir Joko Widodo dan Menkopolhukam, Prof Dr Mohammad Mahfud MD.
Dimana dalam surat terbuka tersebut disampaikan, suaminya H Asang adalah korban ke zholiman karena pekerjaan jalan 11 desa tersebut sudah selesai 100 persen namun tidak dibayarkan lunas (tahap kedua), malah ditersangkakan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Kalimantan (Kejati Kalteng) atas dugaan korupsi.
Dalam kasus tersebut ditemukan kejanggalan, dikarenakan sembilan kepala desa yang tidak membayar lunas sisa pekerjaan jalan desa, justru tidak tersentuh hukum.
"Padahal suami saya melaksanakan SPK dari 11 desa yakni Kabayan, Sei Nanjan, Rantau Bahai, Rantau Puka, Kuluk Sepangi, Tumbang Puai, Dehes Asem, Rangan Kawin, Kiham Batang (Telok Tampang dan Tumbang Salaman sudah lunas)," ucap Lisnawati dalam cuatannya.
"Sedangkan untuk sembilan desa digugat wanprestasi diperintahkan membayar sisa pembayaran pekerjaan oleh PN Kasongan dan diperkuat oleh PT Palangka Raya," timpalnya penuh rasa kecewa.
Dikesempatan itu, dirinya juga meminta dukungan dari masyarakat Indonesia mendukung suaminya mencari keadilan di NKRI.
Menurutnya juga, dalam pekerjaan jalan penghubung 11 desa dengan anggaran kurang lebih 4,2 miliar adalah sangat minim. Pasalnya, jalan yang dikerjakan sangat panjang yaitu 43 kilometer.
"Kami tulus ingin membangun desa kami tapi malah diskriminalisasi. Total panjang jalan sepanjang 43 kilometer hanya dengan dana kurang lebih 4,2 miliar rupiah dan 74 jembatan kayu. Sudah banyak berbuat malah ditersangkakan oleh Kejati Palangka Raya. Sekali lagi saya minta tolong kepada semuanya," tutupnya. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar