Hujan Sekitar Satu Jam, Sungai Jompi Banjir Lumpur - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

07 Januari 2022

Hujan Sekitar Satu Jam, Sungai Jompi Banjir Lumpur

 

MUNA, suarakpk.com - Hujan sekitar pukul 05,00 subuh tadi, membuat kondisi air sungai Jompi becek dan berlumpur.


Kondisi disekitar sungai jompi, terlihat samping kiri kanan lumpur sisa banjir. Bahkan banyak tumpukan sampah sampah dari arah hutan kawasan jompi yang tertahan oleh jembatan penyeberangan. 

Akibatnya,  lumpur meluap dan jembatan penyeberangan bergeser puluhan meter. 


Beberapa sumber menyebutkan kalau banjir di aliran sungai jompi itu  sesungguhnya isu yang paling utama dan prioritas adalah masalah gundulnya hutan sekitar kawasan sumber mata air jompi.

Apalagi dampak hutan gundul di kawasan jompi paling utama karena akan berpengaruh dengan ketersediaan/debet air jompi yang sudah berkurang signifikan, sementara air jompi adalah sumber air satu satunya di Kota Raha dan sekitarnya.


"Saran saya ini menjadi isu bersama kalau urusan kawasan wisata permandian jompi adalah prioritas berikutnya. Ini sangat penting karena masalah kebutuhan dasar kita yaitu air bersih,"ungkapnya.

Sumber lain juga menyebutkan kalau isu jompi adalah harus jadi perhatian semua pihak.


Dan yang terpenting adalah sikap tegas dari semua pengambil kebijakan untuk melestarikan hutan sekitar kawasan jemput serta penanaman kembali hutan gundul di sekitar mata air jompi.

Solusi yang tepat adalah hutan kawasan warangga harus kembali dihijaukan lagi. 


Karena hutan di kawasan Warangga adalah sebaga peyangga mata air, maka sangat penting dilestarikan hutannya.Tak hanya sekedar melakukan penghijauan semata, jenis pohon yang akan ditanam juga harus benar benar dipilah.


Direktur PDAM Muna, Muh Nurhayat Fariki SH MM saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa kawasan Warangga adalah bukan salah satunya sebagai hutan penyangga tapi ada juga hutan Labaha dan Masalili.


Karena  banjir dan keruhnya air jompi kadang mendapatkan kiriman air dari Labaha dan Masalili. Yakni adanya masyarakat yang membuka kebun di wilayah DAs jompi  dan ini menjadi masalah baru harus disikapi secara bijak bersama sama.


Dan yang perlu diketahui oleh publik adalah di wilyah DAS jompi ini ada beberapa institusi yang memiliki kewenangan. Jadi ini perlu di dudukan bersama untuk melahirkan solusi yang terbaik.


Meski sebelumnya sudah ada langkah langkah yang dilakukan kawan kawan dari forum DAS Sultra dan  BAPEDAS SAMPARA. Dan ini tinggal kita suport dan berikan dukungan penuh kepada mereka 


"Tentu ini juga tak lepas dari peran pemerintah kabupaten Muna (Buoati dan DPRD ) sebagai motor utama. Kami dari PDAM akhirnya harus menghentikan sementara pompa pompa air di jompi. Karena tidak mungkin mendistribusi air yang keruh ke masyarakat,"pungkasnya. (Udin Yaddi) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)