BOYOLALI, suarakpk.com – Desa Temon, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, kemarin Kamis (16/12/2021) resmi memperoleh piagam penghargaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dari Bupati Boyolali.
Desa Temon dinilai telah berhasil menerapkan sistem kampung GERMAS dan melaksanakan 12 indikator agar masyarakatnya hidup sehat.
Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Temon, H.Triyanto,S.Pd oleh Camat Simo, Paiman S,LP,M.Si di balai Desa Temon dengan dihadiri Kepala Puskesmas Simo, Wahyu Bintoro,S,KP.Kes, Wakapolsek beserta tim, Danramil, Kepala Desa Sekecamatan Simo, Bidan Desa Sekecamatan Simo, Ketua KUA, Koordinator Penyuluhan Pertanian, Ketua Penyuluhan KB, ketua TPKPKK dan tokoh masyarakat.
Selain penyerahan penghargaan, Puskesmas Simo juga membagikan peralatan medis kepada seluruh Bidan Desa se Kecamatan Simo, diantaranya Timbangan bayi dan dewasa, pengukur suhu tubuh, tensi darah dan alat-alat medis lainnya semua serba digital.
Kepala Puskesmas Wahyu Bintoro berharap dengan adanya alat tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Mudah-mudahan dengan adanya alat tersebut, bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal, guna mengontrol kesehatan masyarakat dalam kegiatan, entah itu pengajian rapat RT dan kegiatan-kegiatan yang lain, dan untuk SDM-nya, ke depan, kita akan mengadakan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, tentang cara-cara mengunakan alat-alat tersebut,” ujarnya
Sementara, saat di temui awak media suarakpk usai penyerahan penghargaan kampung GERMAS, Camat Simo, Paiman S,LP,M.Si, menuturkan, bahwa program kampung GERMAS untuk tahun 2022 akan diadakan di 2 desa.
“Desa yang di Kota yakni Desa Pelem, dan yang untuk di tingkat desanya di Desa Gunung, dan rencananya, semua Desa di Kecamatan Simo akan ada kampung GERMAS,” tuturnya.
Paiman berharap, dengan adanya 12 indikator, masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat.
“Agar kita selalu sehat,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Temon, H.Triyanto,S.Pd, mengatakan, bahwa untuk menuju masyarakat yang sehat, masyarakat harus diberi pemahaman untuk merubah kebiasaan yang salah ke yang benar.
“Maka masyarakat harus dampingi oleh dinas kesehatan dan pemerintah setempat, karena pemerintah sudah memfasilitasi program Dinkes dan difasilitasi oleh puskesmas dan dikomandoi olah pak camat,” pungkasnya. (Wawan/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar