GUNUNGSITOLI, suarakpk. com - Acara kegiatan deklarasi desa Open Defecation Free (ODF) di Desa Sisobahili II Tanose'o Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli - Sumatera Utara pertama di Kota Gunungsitoli berjalan sukses, (11/02/2021).
Kegiatan pendeklarasian tersebut dibuka langsung Camat Gunungsitoli Selatan Yafet K. Bu’ulolo, SSTP, M.A.B bertepatan di Kantor Desa Sisobahili II Tanose’o Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan ditandai pembacaan teks deklarasi stop buang air besar sembarangan oleh Sekretaris Desa Sisobahili II Tanose’o dan diikuti masyarakat Desa Sisobahili II Tanose’o.
"Seterusnya dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi ODF masyarakat diikuti dengan penandatanganan Camat Gunungsitoli Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Kepala Desa Sisobahili II Tanose’o dan Kepala UPTD Puskesmas Gunungsitoli Selatan".
Camat Gunungsitoli Selatan Yafet K. Bu’ulolo, SSTP, M.A.B dalam arahan dan bimbingannya menyatakan apresiasinya atas keberhasilan Desa Sisobahili II Tanose’o sebagai desa pertama di Kota Gunungsitoli yang bisa bebas dari buang air besar sembarangan (BABS), tuturnya.
Ditambahkannya, Desa Sisobahili II Tanose’o ini telah mengukir sejarah yang merupakan satu-satunya Desa di Kota Gunungsitoli yang sudah bisa bebas dari buang air besar sembarangan atau yang disebut dengan ODF. Dan kami rasa inilah desa yang akan mempelopori semua desa di Kota Gunungsitoli nantinya untuk bisa menjadi desa-desa ODF berikutnya.
Juga berpesan kepada Kepala Desa dan warga desa Sisobahili II Tanose’o agar program ODF tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan deklarasi, namun tetap berkesinambungan dan dapat terus dijaga. Bagi rumah-rumah tangga yang baru membangun rumah agar selalu dihimbau dan diingatkan untuk senantiasa membangun jamban sehat beserta kelengkapan-kelengkapannya, lanjutnya.
Pada saat itu juga dilaksanakan Camat Gunungsitoli Selatan menyerahkan Sertifikat Penghargaan dari Walikota Gunungsitoli kepada Kepala Desa Sisobahili II Tanose’o sebagai tanda apresiasi dengan raihan prestasi luar biasa dengan predikat Desa ODF.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu, S. Si, Apt, MPH dalam sambutannya menyatakan bahwa program ODF adalah program dari bidang kesehatan merupakan bagian dari penanganan stunting. Karena itu dalam upaya memberhasilkan penanganan stunting maka didoronglah desa-desa agar bisa ODF.
"Tidak luput juga mengucapkan selamat sekaligus terimakasih kepada Desa Sisobahili II Tanose’o yang telah berhasil membantu menyukseskan program Pemerintah baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah".
Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Sisobahili II Tanose’o Aristo Laoli, SE menyatakan "pelaksanaan deklarasi dapat dilakukan bukan hanya karena kehebatan dari masyarakat dan Pemerintahan Desa Sisobahili II Tanose’o, melainkan karena hasil dari binaan dan pendampingan dari Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli dan khususnya UPTD Puskesmas Gunungsitoli Selatan".
Juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua BPD Desa Sisobahili II Tanose’o beserta jajarannya dan seluruh lembaga yang ada di Desa yang telah mendukung pemerintahan desa dan juga masyarakat untuk bisa bersama-sama merencanakan dan melaksanakan deklarasi, ujarnya.
Kami juga berterimakasih kepada Dinas PMDK Kota Gunungsitoli dan Pemerintahan Kecamatan Gunungsitoli Selatan yang telah mendukung dan mendorong desa untuk kegiatan pembangunan jambanisasi di Desa Sisobahili II Tanose’o melalui Dana Desa T.A. 2020 dan bersyukur desa ini mendapatkan bantuan pembangunan jamban dari Dinas Perkim Provinsi Sumatera Utara sebanyak 20 Unit. (TH-SMT.502)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar