KAB.
SEMARANG, suarakpk.com – Warga masyarakat Desa Truko, Kecamatan Bringin,
Kabupaten Semarang, mengeluhkan kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten
Semarang dalam memperbaiki rusaknya jembatan penghubung tiga desa di wilayahnya.
Sebagaimana
dituturkan Kepala Desa Truko, Tikman, bahwa dirinya berharap jembatan yang
putus dapat segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Semarang.
“Karena
jembatan itu menjadi jalan poros Desa, yakni penghubung antara Desa Truko, desa
Pucung dan desa Rejosari Kecamatan Bringin,” tutur Tikman saat ditemui suarakpk.com kemarin, Senin (20/7), di ruang kerjanya.
Tikman
mengatakan bahwa sudah dua tahun jembatannya putus, dan tidak ada perhatian
dari Pemerintah Kabupaten Semarang, dirinya berharapan ke depan Pemkab Semarang
dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan yang putus, yang ada di
sebelah barat dusun Bawang, Desa Truko,
pasalnya, lanjut Tikman, jembatannya rusak sangat parah, sehingga tidak bisa dilewati.
“Dengan
adanya Media ini, insyaallah semoga dapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten,
khususnya masalah jalan Poros itu pemerintah untuk supaya memperhatikan, karena
seperti di jalan Poros Truko, desa Banding, desa prangkokan desa Cikalan dan
desa Padakan yang rusak parah,” harapnya.
Selain
rusak parah jembatan penghubung, Tikman, juga memperingatkan masyarakat atas
adanya talut jalan yang selama ini sudah dibangun, namun talut-talut di sekitar
jalan itu rawan longsor dan jalanya sempit.
“Tolong
untuk pemerintah menganggarkan penalutan jalan di kabupaten Semarang, antara
jalan semowo sampai Bringin, kanan kirinya yang rawan longsor untuk bisa ditalut,”
pintanya.
Ditambahkan
Tikman, masyarakat juga mengeluhkan terkait dengan penerangan jalan desa Banking
sampai Bringin yang masih gelap gulita.
“Kami
berharap Pemerintah Kabupaten juga dapat menganggarkan penerangan jalan yang
selama ini gelap, kasihan warga yang lewat,” ucapnya.
Di
sisi lain, penjaga Desa Truko, Pariyanto mengharapkan jembatan poros desa ini
segera dibangun, menurutnya jembatan tersebut merupakan jalan untuk perputaran
perekonomian Desa Bawang, Desa Karangjati, yang dari kecamatan Bancak menuju
pasar Truko.
“Jembatan
ini benar-benar dibutuhkan warga, harapan kami agar pemerintah segera
merelokasi anggaran pembangunan, agar perekonomian desa Teuko, biar cepat maju,
tidak terlalu tertinggal sama desa - desa yang lain,” pungkasnya. (Mujib/Solikhin/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar