BOYOLALI, suarakpk.com - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi proses penbangunan, bukan hanya di tingkat Nasional, juga berdampak hingga di tingkat kecamatan.
Sebagaimana dituturkan Camat Ampel, Kabupaten Boyolali, Dwi Sudarto SSTP saat ditemui di ruang kerjanya belum berapa lama ini, Selasa (9/6), dirinya mengukapkan terkait persoalan Pembangunan di Wilayah Kecamatan yang dia pimpin.
Dikatakan Dwi Sudarto, bahwa dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Ampel untuk tahun 2020 mengalami kendala.
"Seperti kita dapatkan dana dari Pemerintah Kabupaten melalui angaran APBD TA.2020, untuk merencanakan pembangunan tiga ruas jalan, tapi berhubung kendala dengan COVID, maka satu jalan ruas sudah dibangun, hanya saja belum sampai 100%, karna terkendala COVID," tuturnya.
Dwi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Kecamatan Ampel, akan tetap menyelesaikan pembangunan jalan pada saat COVID telah reda.
"Yang kedua, kami nanti kalau sudah normal kembali, akan tetap menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, tetapi kemungkinan akan dilaksanakan di tahun berikutnya," kata Dwi.
Ditandaskan Dwi, bahwa dia tetap berencana membangun tiga jalan yang akan direkomendasi di bangun.
"Yang pertama di ruas jalan dukuh tompak sampai dengan arah cepogo, kemudian yang berikutnya pasar sapi sampai dengan selodoko dan untuk yang ketiga, ngampon ngenden itu, pembangunannya sudah berjalan, sedangkan yang ditunda pembangunan, yakni dari tompak ke sidomulyo ke arah gubug cepogo," tandasnya.
Dijelaskan Dwi, untuk jalan yang ke arah Prof Suharso dan yang dari kebon jeruk ke pasar sapi ke timur sampai jalan tol, kemudian yang ngenden ngampon sudah berjalan, namun belum sampai 100% selesai, karena kendala COVID.
"Kami sifatnya hanya mengusulkan, nanti yang mengeksekusi tingkat Kabupaten dan memperhatikan skala prioritas," jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan bahaa semua rencana yang diusulkan belum berjalan maksimal.
"Hanya satu jalan yang telah dilaksanakan kurang lebih baru mencapai 50 sampai 60%, itu di Wilayah ngampon ngenden," pungkasnya. (sulis/eko/red)
Sebagaimana dituturkan Camat Ampel, Kabupaten Boyolali, Dwi Sudarto SSTP saat ditemui di ruang kerjanya belum berapa lama ini, Selasa (9/6), dirinya mengukapkan terkait persoalan Pembangunan di Wilayah Kecamatan yang dia pimpin.
Dikatakan Dwi Sudarto, bahwa dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Ampel untuk tahun 2020 mengalami kendala.
"Seperti kita dapatkan dana dari Pemerintah Kabupaten melalui angaran APBD TA.2020, untuk merencanakan pembangunan tiga ruas jalan, tapi berhubung kendala dengan COVID, maka satu jalan ruas sudah dibangun, hanya saja belum sampai 100%, karna terkendala COVID," tuturnya.
Dwi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Kecamatan Ampel, akan tetap menyelesaikan pembangunan jalan pada saat COVID telah reda.
"Yang kedua, kami nanti kalau sudah normal kembali, akan tetap menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, tetapi kemungkinan akan dilaksanakan di tahun berikutnya," kata Dwi.
Ditandaskan Dwi, bahwa dia tetap berencana membangun tiga jalan yang akan direkomendasi di bangun.
"Yang pertama di ruas jalan dukuh tompak sampai dengan arah cepogo, kemudian yang berikutnya pasar sapi sampai dengan selodoko dan untuk yang ketiga, ngampon ngenden itu, pembangunannya sudah berjalan, sedangkan yang ditunda pembangunan, yakni dari tompak ke sidomulyo ke arah gubug cepogo," tandasnya.
Dijelaskan Dwi, untuk jalan yang ke arah Prof Suharso dan yang dari kebon jeruk ke pasar sapi ke timur sampai jalan tol, kemudian yang ngenden ngampon sudah berjalan, namun belum sampai 100% selesai, karena kendala COVID.
"Kami sifatnya hanya mengusulkan, nanti yang mengeksekusi tingkat Kabupaten dan memperhatikan skala prioritas," jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan bahaa semua rencana yang diusulkan belum berjalan maksimal.
"Hanya satu jalan yang telah dilaksanakan kurang lebih baru mencapai 50 sampai 60%, itu di Wilayah ngampon ngenden," pungkasnya. (sulis/eko/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar