Aceh Timur/suarakpk com-Mantan Geuchik Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur berikan jawaban terkait pemberitaan yang mengatakan belum mengembalikan dana desa 80 juta bukan 100 juta dan tentang pembangunan Sumur Bor.
Kepada media ini di Sungai Raya Rabu (17/6/2020) Sayed Arifin selaku mantan Geuchik Labuhan Keude Peiode 2014-2019 menjelaskan bahwa, sumur Bor dari dana aspirasi bukan dari dana ADG dan saya juga heran kenapa dan dari mana dana tersebut yang belum saya bayar bebernya.
Ditambahkannya, terkait pembangunan sumur bor tahun 2016 itu benar dari aspirasi dewan bukan dari dana ADG, yang saya katakan ini benar semasa saya menjabat Geuchik Labuhan Keude selama 6 tahun ada 3 bangunan sumur bor 2 unit di bangun tahun 2016 oleh dana APBA atau Aspirasi Dewan di Dusun Simpang Damar dan Dusun Sepakat,Sedangkan yang di bagun menggunakan dana desa cuman satu unit di Dusun Setia,tahun 2019, ujarnya.
Terkait bantuan Bot Nelayan, itu bukan saya yang kelola bahkan uang saya 10 juta untuk penambahan beli bot sampai saat ini belum di kembalikan, cetusnya.
Namun bahwa dalam permasalahan dana desa tersebut di mediasi oleh oknum agota dewan." Karna yang bersangkutan dulunya ketua pemuda, imbuh Sayed Arifin.
Bahkan kata dia, sebagai jaminan pengembalian dana desa tersebut diri nya telah menyerahkan surat tanah kepada ketua Tuhapeut, namun saat ini surat tanah tersebut sudah di kembalikan kepada saya tapi bukan saya pinta, tandasnya.
Di beritakan sebelum nya bahwa, Setelah beberapa lama tim pencari fakta ini bekerja dan menemukan kerugian dana desa sebesar Rp.210.000.000 (dua ratus sepuluh juta). Lantas hasil temuan ini mana buktinya kalau memang ada ungkapannya.(Dd)
Kepada media ini di Sungai Raya Rabu (17/6/2020) Sayed Arifin selaku mantan Geuchik Labuhan Keude Peiode 2014-2019 menjelaskan bahwa, sumur Bor dari dana aspirasi bukan dari dana ADG dan saya juga heran kenapa dan dari mana dana tersebut yang belum saya bayar bebernya.
Ditambahkannya, terkait pembangunan sumur bor tahun 2016 itu benar dari aspirasi dewan bukan dari dana ADG, yang saya katakan ini benar semasa saya menjabat Geuchik Labuhan Keude selama 6 tahun ada 3 bangunan sumur bor 2 unit di bangun tahun 2016 oleh dana APBA atau Aspirasi Dewan di Dusun Simpang Damar dan Dusun Sepakat,Sedangkan yang di bagun menggunakan dana desa cuman satu unit di Dusun Setia,tahun 2019, ujarnya.
Terkait bantuan Bot Nelayan, itu bukan saya yang kelola bahkan uang saya 10 juta untuk penambahan beli bot sampai saat ini belum di kembalikan, cetusnya.
Namun bahwa dalam permasalahan dana desa tersebut di mediasi oleh oknum agota dewan." Karna yang bersangkutan dulunya ketua pemuda, imbuh Sayed Arifin.
Bahkan kata dia, sebagai jaminan pengembalian dana desa tersebut diri nya telah menyerahkan surat tanah kepada ketua Tuhapeut, namun saat ini surat tanah tersebut sudah di kembalikan kepada saya tapi bukan saya pinta, tandasnya.
Di beritakan sebelum nya bahwa, Setelah beberapa lama tim pencari fakta ini bekerja dan menemukan kerugian dana desa sebesar Rp.210.000.000 (dua ratus sepuluh juta). Lantas hasil temuan ini mana buktinya kalau memang ada ungkapannya.(Dd)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar