Ketgam Darmansyah saat memperlihatkan Sayuran busuk disalahsatu E Warong Rabu 17/06/2020.
Batu Bara, suarakpk.com - Sejumlah E-Warong di Batu Bara Sumatera Utara Belum menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai dari Kementerian Sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat/ (KPM) untuk periode Bulan Juni karena sebagian bahan pangan yang diterima dari pemasok dalam kondisi rusak.
Seperti E-Warong milik Irwanto di Desa Mangkai Lama Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, hingga kini belum dapat menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai kepada 175 KPM.
Sebelumnya E-Warong milik Irwanto sudah menerima kiriman bahan Pangan dari pemasok berupa 15 Kilogram Beras, 13 butir telur, 3 Ons kacang hijau dan 2 Buah Labu Jipang untuk masing-masing KPM, namun sebagian beras yang diterima dalam kondisi tidak layak dikosumsi sehingga Irwanto enggan menyalurkan bahan pangan tersebut.
Salah Satu KPM bernama Poniyem berharap Bantuan Pangan Non Tunai dapat segera terealisasi.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial saat ini telah menambah nominal Bantuan Pangan Non Tunai dari 150 Ribu Rupiah menjadi 200 Ribu Rupiah Per Bulan untuk mengatasi dampak ekonomi Warga selama Pandemi COVID-19.
Namun di lapangan masih terjadi karut-marut penyaluran seperti nominal bahan pangan yang diterima tidak sesuai dengan saldo di Kartu Keluarga Sejahtera dan adanya bahan pangan yang tidak layak dikosumsi.
Menyikapi temuan tersebut, penggiat anti korupsi Kabupaten Batu bara Darmansyah, meminta Dinas Sosial dan DPRD Kabupaten Batu Bara buka mata dan telinga untuk segera melakukan tindakkan tegas hingga pemutusan BUMD sebagai distributor sembako BPNT. Sebap hari ini BUMD kembali berulah dalam pendistribusian program bantuan sembako BPNT kepada KPM.
Jika kita simak pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi lll DPRD Kab. Batu Bara yang menghadirkan Kepala Dinas Sosial dan jajarannya, Korda serta Tikor banson, Direktur operasional BUMD Sarkowi Hamid berjanji akan memperbaiki sistem pendistribusian sembako tersebut, tetapi faktanya kata Darman hanya omong kosong.
" Diduga kuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMD tidak ada mengkaitkan bahwa BUMD sebagai distributor sembako BPNT" ungkap Darman.
Menanggapi peesoalan diatas, Ketua Komisi 3 DPRD Batu Bara Amat Muktas melalui sambungan seluler sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berjanji akan turun kelokasi yang disebutkan.
" Insyaa Allah kalau sempat hari ini saya akan turun kelokasi, namun jika tidak terkejar waktu, mungkin besok saya akan turun" kata amat muktas.
(575)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar