FOTO: Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran saat mengikuti vicon bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara, membahas masalah bantuan sosial yang berada di Kalteng.
PALANGKA RAYA, SUARAKPK - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran mengikuti Video Conference (Vicon) dengan Menteri Sosial Juliari P Batubara, membahas masalah bantuan sosial yang berada di Kalteng bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, bertempat di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Kamis (16/04/2020).
Sabran mengatakan, langsung kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara, agar berkenan menambah alokasi Bansos Tunai untuk Provinsi Kalteng. Jumlah yang diminta yakni disamakan dengan Provinsi Kalbar berjumlah 200.000 KK.
Gubernur menilai, masyarakat Kalteng yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19 sudah sangat luar biasa mulai dari dampak sosial, dampak ekonomi seperti banyak pekerja yang di rumahkan serta banyaknya pekerja yang tidak mampu melakukan aktivitas secara normal di luar karena adanya imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah.
Melalui Vicon, dibahas mengenai mekanisme pelaksanaan Bansos Tunai. Adapun mekanisme untuk mendapatkan bansos, pertama Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dijadikan sebagai acuan sasaran penerima Program Bansos Tunai yang disiapkan oleh Pusdatin Kesos Kementerian Sosial.
Kedua, Alokasi awal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos Tunai per Kabupaten/ Kota ditentukan oleh Kementerian Sosial RI.
Ketiga, Kabupaten/ Kota mengirimkan usulan calon KPM Bansos Tunai kepada Kemensos melalui persetujuan Bupati/ Walikota dan diketahui oleh Gubernur melalui SIKS-NG.
Keempat, penetapan KPM Bansos Tunai ditentukan oleh Kementerian Sosial.
Kelima, proses penyaluran Bansos Tunai dilakukan melalui mitra kerja (PT. POS dan HIMBARA) dengan dukungan Pemerintah Daerah.
Terakhir, pengendalian dan sosialisasi Bansos Tunai dilakukan terpadu oleh Pusat dan Daerah.
Untuk menggiring Bansos tunai dari Kementerian Sosial, orang nomor satu di Tambun Bungai menyampaikan bahwa Pemprov. Kalteng telah menyiapkan anggaran untuk penanganan dampak sosial sekitar Rp. 500 M.
"300 M yang sudah ada dana, akan kami turunkan segera satu minggu sebelum puasa. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut disiapkan untuk Bansos tunai juga". Pungkasnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Sugianto Sabran, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Kementerian Sosial yakni agar beras untuk Provinsi Kalteng sebanyak 200 Ton bisa ditambah menjadi 1.000 Ton. (nto)
PALANGKA RAYA, SUARAKPK - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran mengikuti Video Conference (Vicon) dengan Menteri Sosial Juliari P Batubara, membahas masalah bantuan sosial yang berada di Kalteng bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, bertempat di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Kamis (16/04/2020).
Sabran mengatakan, langsung kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara, agar berkenan menambah alokasi Bansos Tunai untuk Provinsi Kalteng. Jumlah yang diminta yakni disamakan dengan Provinsi Kalbar berjumlah 200.000 KK.
Gubernur menilai, masyarakat Kalteng yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19 sudah sangat luar biasa mulai dari dampak sosial, dampak ekonomi seperti banyak pekerja yang di rumahkan serta banyaknya pekerja yang tidak mampu melakukan aktivitas secara normal di luar karena adanya imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah.
Melalui Vicon, dibahas mengenai mekanisme pelaksanaan Bansos Tunai. Adapun mekanisme untuk mendapatkan bansos, pertama Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dijadikan sebagai acuan sasaran penerima Program Bansos Tunai yang disiapkan oleh Pusdatin Kesos Kementerian Sosial.
Kedua, Alokasi awal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos Tunai per Kabupaten/ Kota ditentukan oleh Kementerian Sosial RI.
Ketiga, Kabupaten/ Kota mengirimkan usulan calon KPM Bansos Tunai kepada Kemensos melalui persetujuan Bupati/ Walikota dan diketahui oleh Gubernur melalui SIKS-NG.
Keempat, penetapan KPM Bansos Tunai ditentukan oleh Kementerian Sosial.
Kelima, proses penyaluran Bansos Tunai dilakukan melalui mitra kerja (PT. POS dan HIMBARA) dengan dukungan Pemerintah Daerah.
Terakhir, pengendalian dan sosialisasi Bansos Tunai dilakukan terpadu oleh Pusat dan Daerah.
Untuk menggiring Bansos tunai dari Kementerian Sosial, orang nomor satu di Tambun Bungai menyampaikan bahwa Pemprov. Kalteng telah menyiapkan anggaran untuk penanganan dampak sosial sekitar Rp. 500 M.
"300 M yang sudah ada dana, akan kami turunkan segera satu minggu sebelum puasa. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut disiapkan untuk Bansos tunai juga". Pungkasnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Sugianto Sabran, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Kementerian Sosial yakni agar beras untuk Provinsi Kalteng sebanyak 200 Ton bisa ditambah menjadi 1.000 Ton. (nto)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar