Kab Semarang, suarakpk.com – Ribuan lampion menghiasi langit kawasan wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (4/7/2026) malam. Pemandangan spektakuler tersebut menjadi puncak kemeriahan Festival Gedongsongo 2026 yang sukses menarik sekitar 3.000 pengunjung.
Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati kawasan wisata di lereng Gunung Ungaran untuk menikmati rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB. Suasana sejuk khas pegunungan dipadukan dengan pertunjukan seni budaya, tarian tradisional khas Kabupaten Semarang, hingga hiburan musik, menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung.
Puncak acara berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB saat ribuan lampion diterbangkan secara serentak. Sebelum dilepaskan, para pengunjung terlebih dahulu menyalakan api kecil pada setiap lampion dan menunggu hingga mengembang sempurna. Meski sempat terkendala hembusan angin yang cukup kencang, ribuan lampion akhirnya berhasil mengudara dan menerangi langit malam Gedongsongo dengan cahaya keemasan yang memukau.
Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., turut serta menerbangkan lampion bersama masyarakat. Momen tersebut menjadi simbol harapan sekaligus kebersamaan dalam kemeriahan Festival Gedongsongo.
Salah seorang pengunjung, Susanti (34), warga Kecamatan Tuntang, mengaku baru pertama kali mengikuti Festival Gedongsongo. Ia datang bersama suami dan anaknya untuk merasakan langsung suasana pelepasan lampion.
"Alhamdulillah lampion kami bisa terbang tinggi. Tadi sempat kesulitan karena angin cukup kencang, jadi harus sabar menunggu hingga angin reda. Semoga doa kami diberi keberkahan rezeki dan kesehatan dapat dikabulkan," ujarnya.
Menurut Susanti, suasana festival jauh melampaui ekspektasinya. Ia mengaku terkesan dengan kemeriahan sekaligus nuansa sakral yang dirasakan selama acara dan berencana kembali menghadiri festival pada tahun mendatang bersama keluarga.
Kesan serupa juga disampaikan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, H. Sjaichul Hadi, yang menikmati festival bersama keluarganya.
"Kuncinya sabar sampai lampion mengembang sempurna, baru kemudian diterbangkan. Anak-anak sangat menikmati acara yang dikemas dengan sangat baik oleh Pemerintah Kabupaten Semarang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, menjelaskan Festival Gedongsongo telah menjadi agenda rutin sejak 2017. Awalnya festival lebih menonjolkan ritual resik candi dan pelestarian seni budaya lokal, namun sejak 2024 dikembangkan dengan atraksi pelepasan ribuan lampion yang menjadi daya tarik utama.
Mengusung tema "Eksotik Gedongsongo", festival tahun ini bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Candi Gedongsongo kepada wisatawan melalui konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
"Kami ingin mengangkat eksotisme budaya dan sejarah Gedongsongo dalam kemasan yang mampu menarik minat wisatawan masa kini," jelas Wiwin.
Selain pelepasan lampion, festival juga menghadirkan panggung hiburan dengan penampilan penyanyi Niken Salindry yang sukses menghibur ribuan penonton. Penampilannya menjadi penutup rangkaian acara sekaligus menghangatkan suasana malam di kawasan Bandungan.
Wiwin menambahkan, penyelenggaraan Festival Gedongsongo bertujuan mendorong promosi pariwisata, melestarikan seni budaya, menggerakkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Semarang.
Rangkaian promosi pariwisata dilanjutkan pada Minggu (5/7/2026) melalui Festival Bunga Bandungan. Menurutnya, kedua agenda tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, pelaku UMKM, serta sektor usaha pariwisata yang sempat mengalami penurunan.
"Okupansi hotel di Bandungan meningkat, UMKM bergerak, dan aktivitas usaha pariwisata kembali bergairah," ujarnya.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Festival Gedongsongo telah menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Semarang.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Semarang terus mengembangkan berbagai destinasi wisata lain, seperti Bukit Cinta Rawapening, Kopeng, Gajah Mungkur, Benteng Willem I Ambarawa, serta destinasi wisata swasta seperti Celosia, Dusun Semilir, dan Saloka Theme Park.
"Kami berharap Kabupaten Semarang benar-benar menjadi surganya pariwisata di Jawa Tengah. Dengan semakin berkembangnya berbagai destinasi wisata, jumlah kunjungan wisatawan diharapkan terus meningkat pada tahun 2026," tegas Ngesti.
( Mujib/Red )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar