BLORA, suarakpk.com - KPH Randublatung bersama Saka Wanabakti adakan kegiatan Praktek di Persemaian Kapuan RPH Menden BKPH Beran. Minggu (19/04/26).
Saka Wanabakti KPH Randublatung adakan Kegiatan Praktek di Persemaian Kapuan pada hari Minggu tanggal 19 April 2026.
Hadir pada kesempatan tersebut Asper KBKPH Beran Muslim, KRPH Menden Parsito, Mandor Persemaian Nanang, Pamong Saka Kak Alex NH, serta adik - adik Saka Wanabakti.
Administratur KPH Randublatung Herry Merkusiayanto Putro melalui Asper KBKPH Beran Muslim menyampaikan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam pembibitan tanaman kehutanan.
Muslim menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan persemaian bukan sekadar praktik menanam benih, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan alam, tegas Muslim.
Oleh karena itu, adik-adik harus memahami proses persemaian dengan baik dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Bagaimana harus mengetahui proses dari benih kecil yang kita tanam hari ini, akan tumbuh pohon-pohon yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan dimasa yang akan datang, ujarnya.
Parsito selaku KRPH Menden juga menyampaikan materi mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penyemaian, persiapan media terdiri Top Soil, Pasir besi, Pupuk Kandang, dengan Komposisi 1:2:3, sebelum media di campur Top soil dan Pupuk kandang di cacah sampai halus hingga perawatan bibit agar dapat tumbuh optimal sebelum ditanam di lapangan.
Parsito menjelaskan bahwa Top soil merupakan lapisan tanah bagian atas yang berasal dari tumpukan serasah organik sehingga top soil sudah mengandung kompos, untuk pasir yang di gunakan bahan campuran adalah pasir besi atau pasir sungai bengawan solo, sedangkan pupuk kandang yang di dapat di gunakan adalah kotoran hewan yang sudah matang atau berwarna hitam kecoklatan tidak basah dan saat di pegang sudah terasa lembut dan ramah, jelas Parsito.
Lebih lanjut Parsito menerangkan bagaimana pengisian polilybag dan penataan kantong plastik di bedeng induksi, di persemaian JPP SP kapuan satu bedeng kita isi 1000 ktg media, setelah setelah penatan kantong media selanjutnya kita seleksi pucuk di Kebun Pangkas pilih plastik kantong berwarna putih bening yang tujuan untuk memudahkan saat seleksi perakaran.
Saat memilih pucuk di kebun pangkas harus di perhatikan beberapa kriteria pucuk yang bisa di ambil/panen, di antaranya : Pilih pucuk yang pertumbuhanya naik ke atas jangan ke samping, ambil/pangkas pucuk yang sudah berdaun 3 pasang, potong /pangkas pada bagian pangkal daun yang ke 3 kurang lebih 5 sampai 7 cm, pilih pucuk yang masih dalam kondisi berbulu, setelah dapat pucuk, Pemotongan pucuk pakai gunting, selanjutnya pemangkasan daun, terangnya.
Nanang Mandor Persemaian juga menambahkan semua daun di pangkas dan di sisakan sepertiga dari lebar daur, kemudian pada bagian pangkal daun yang ke 3 di potong lagi pakai pisau carter yang tepatnya pada pangkal daun, secara simetris yang funsinya untuk pertumbuhan akar, setelah di potong selanjuntnya pucuk di celup atau di rendam selama 10 menit pada bagian pangkal pucuk + kedalaman 2/3cm, selanjutnya untuk di tanam di bedeng induksi.
Sebelum penanaman pucuk pada media kantong plastik dalam bedeng induksi terlebih harus di siram sampai jenuh yang fungsinya memudahkan saat penanaman dan menghindari luka baru pada pangkal pucuk, setelah di tanam di siram lagi selam + 1,5 bulan hingga tumbuh dan kelihatan akarnya dan selanjutnya di lakukan seleksi akar dan di pindakn pada bedeng area sebelum ke open area, tambah Nanang.
Sementara itu, Ketua Dewan Saka Putra, Guntur menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Pimpinan KPH Randublatung sudah diperkenankan kami untuk melaksanakan praktek persemaian di RPH Menden BKPH Beran. Dengan praktek persemaian ini kami bisa mengetahui dan belajar bagaimana merawat, menjaga, dan memastikan setiap bibit mendapatkan kesempatan untuk hidup dan berkembang. Kami bisa menambah pengetahuan, pengalaman dan menambah rasa bangga sebagai anggota saka wanabakti.
Tetap semangat, jaga kekompakan, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter sebagai generasi pelindung hutan dan lingkungan, ungkapnya.
(Dwi/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar