KABUPATEN SEMARANG, suarakpk.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kampung Keluarga Berkualitas (KB) "Manggar Lestari" berhasil meraih predikat Terbaik I Tingkat Nasional Tahun 2026, bukan semata karena kelengkapan administrasi, melainkan berkat berbagai inovasi yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat.
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah paket wisata edukasi "Super Daddy", sebuah program yang mengajak ayah dan anak membangun kedekatan melalui aktivitas khas pedesaan. Mulai dari bermain di sungai, membajak sawah dengan kerbau, memanen singkong hingga memainkan gamelan, seluruh kegiatan dirancang untuk mengembalikan kehangatan komunikasi dalam keluarga.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, paket wisata "Super Daddy" telah diikuti sekitar 500 keluarga dari berbagai daerah.
Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, mengaku tidak pernah melakukan persiapan khusus demi mengikuti perlombaan. Menurutnya, seluruh inovasi yang dinilai lahir dari program yang selama ini dijalankan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kami hanya menjalankan tugas sebagai pemerintah desa. Kampung Keluarga Berkualitas itu bukan sekadar lomba, tetapi bagaimana desa mengurus kehidupan masyarakat mulai dari dalam kandungan sampai akhir hayat. Itu memang menjadi tugas kami," ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan konsep dari Kampung KB menjadi Kampung Keluarga Berkualitas membuat ruang gerak pemerintah desa semakin luas. Fokusnya tidak lagi sebatas program keluarga berencana, tetapi mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hingga kesejahteraan sosial masyarakat.
Semangat itu kemudian melahirkan berbagai gerakan berbasis partisipasi warga. Salah satunya Koin Peduli, yakni gerakan donasi sukarela masyarakat yang telah berjalan jauh sebelum program Kampung Keluarga Berkualitas berkembang.
Melalui Koin Peduli, warga Desa Lerep rutin menggalang bantuan bagi korban bencana di berbagai daerah. Bahkan, dana yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni, membangun jamban sehat, memperbaiki sanitasi dan membantu keluarga kurang mampu melalui swadaya masyarakat.
"Modal yang kami berikan memang tidak besar. Misalnya Rp3 juta untuk memancing gotong royong warga. Tetapi setelah itu masyarakat bersama RT ikut bergotong royong hingga rumah menjadi lebih layak huni. Nilai utamanya adalah kebersamaan," tutur Sumaryadi.
Perhatian Desa Lerep juga menyentuh kelompok lanjut usia melalui program Lansia Berdaya. Para lansia yang masih ingin produktif diberikan bantuan peralatan usaha dan tambahan modal agar tetap mampu memperoleh penghasilan tanpa harus bergantung kepada keluarga.
Di sisi lain, kepedulian terhadap remaja juga melahirkan inovasi "Super Daddy". Ide itu muncul setelah Sumaryadi berdialog dengan seorang anak yang terlibat kenakalan remaja. Jawaban sang anak membuatnya tersentuh.
"Saya hanya ingin ditemani Bapak," kenang Sumaryadi menirukan ucapan anak tersebut.
Kalimat sederhana itu membuka kesadaran bahwa banyak persoalan anak berawal dari minimnya komunikasi dengan ayah. Berangkat dari kondisi tersebut, Desa Lerep kemudian mengembangkan paket wisata "Super Daddy" yang kini menjadi salah satu ikon Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari.
Program itu juga selaras dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) serta tema Harganas 2026, "Ayah Wajib Hadir", yang mendorong peran aktif seorang ayah dalam tumbuh kembang anak.
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas inovasi Desa Lerep. Menurutnya, kehadiran ayah dalam keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sekaligus mencegah berbagai perilaku negatif seperti kenakalan remaja hingga penyalahgunaan narkoba.
Selain mendampingi anak, para ayah juga didorong ikut berpartisipasi dalam program keluarga berencana, termasuk menjadi akseptor Metode Operasi Pria (MOP).
Bagi Sumaryadi, penghargaan nasional bukanlah garis akhir. Ia berharap seluruh gerakan yang telah dibangun terus berkembang sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
"Harapan kami, Kampung Keluarga Berkualitas ini bukan sekadar slogan atau penghargaan. Tujuan akhirnya sederhana, yaitu bagaimana masyarakat bisa hidup bahagia dan sejahtera. Mulai dari masa kehamilan, kelahiran, tumbuh kembang anak, usia produktif, lansia hingga akhir kehidupan, semuanya harus bermuara pada kebahagiaan bersama," pungkasnya.
( Redaksi: Endar W )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar