Menteri BUMN Rini M Sumarno, Dorong BUMN Untuk Kesejahteraan Petani - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

03 Oktober 2019

Menteri BUMN Rini M Sumarno, Dorong BUMN Untuk Kesejahteraan Petani

Kebumen, suarakpk.com - Menteri BUMN Rini M Soemarno mendorong kepada BUMN bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program kewirausahaan petani yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian.

Hal itu disampaikan oleh Rini Soemarno saat peletakan batu pertama pembangunan Sistem Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Dukuh Krajan, Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, Selasa (2/10). SPBT yang dibangun oleh Bank Mandiri dan PT Pertamina itu merupakan yang di Jawa Tengah.

"Nantinya gabah yang ada di Kebumen akan diproses di Kebumen sehingga nilai tambah atau harga yang lebih tinggi itu bisa dinikmati oleh petani, itu juga harapannya Bapak Presiden," kata Rini usai pelatakan batu pertama.

Turut mendampingi Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Sekretaris Menteri Iman Apriyanto, para deputi, dan staf khusus. Hadir Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Manajemen Aset Pertamina M Haryo Yunianto dan sejumlah direktur BUMN dan jajaran Forkopimda Kebumen.

Rini Soemarno menyambut baik sinergi Bank Mandiri dan Pertamina. Ini merupakan wujud dari komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan petani. Kehadiran Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini akan membantu menaikan pendapatan petani Desa Kaliputih khususnya dan di Kebumen umumnya.

SPBT atau Integrated Rice Center merupakan tahapan dalam Program Mewirausahakan Petani untuk mendukung Petani setelah masa Pra-Tanam & Tanam, yaitu khususnya pada masa panen dan pascapanen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170.000 petani di Kebumen.

SPBT yang akan dibangun itu memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton/jam dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas. Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar menyampaikan bahwa  SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

“Ditergetkan enam bulan ke depan sudah bisa selesai dan beroperasi,” ujar Alexandra Askandar.

Alexandra Askandar menambahkan, Program Mewirausahakan Petani ini sebelumnya telah dilaksanakan dan dirintis di Jawa Barat yaitu Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya dan Ciamis, yang dikoordinasikan oleh BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan Perseroan Terbatas.

“Sejalan dengan visi BUMN hadir untuk negeri, kami mengimplementasikan program ini dengan mengusung pendekatan dari petani, oleh petani dan untuk petani. Harapannya, tentu petani akan memiliki kemampuan yang lebih, tidak hanya mengelola lahan pertanian, tapi juga dari sisi manajemen perusahaan,” kata Alexandra.

Dukungan Modal

Sedangkan pada permodalan, PT tersebut akan didukung oleh Bank Mandiri dan Himbara untuk mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat  (KUR) dan distribusi kartu tani sesuai data dari Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian agar petani dapat menikmati pupuk bersubsidi dari PIHC.

“Pendekatan ini telah dijalankan. Di SPBT Pamarican yang didukung oleh program CSR Bank Mandiri misalnya, lembaga PT Mitra Desa Pamarican kini telah membukukan nilai omset penjualan beras berkualitas unggul sebesar Rp 18 miliar dari Januari sampai dengan per Juli 2019 yang dinikmati bersama oleh petani setempat,” kata Alexandra seraya optimistis program SPBT untuk Mewirausahakan Petani dapat meningkatkan kesejahteraan Petani dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto berharap pembangunan SPBT itu akan menambah semangat dan kesejahteraan petani di Kebumen.  Dia menyampaikan bahwa kemiskinan Kebumen berada di peringkat kedua di Jawa Tengah. Angka kemiskinan tahun 2018 sebesar 17,47% dan proyeksi tahun 2019 16,98%.

"Untuk itu kami terus berupaya dan menyiapkan beberapa program. Antara lain menyiapkan kawasan industri di Desa Tegalretno, Desa Karanggadung dan Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan," katanya.

Kawasan Industri Kebumen tersebut dipandang strategis. Berada di jalur Pansela, dekat dengan Bandara Inernasional Yogyakarta. Selain itu juga jalur kereta api double track. Juga dekat dengan Pelabuhan Samudra Cilacap," katanya.
Kawasan industri tersebut diharapkan bisa banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)