Wow GUBSU akan Bangun Pabrik Sambal Di Batu Bara - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

17 Juli 2019

Wow GUBSU akan Bangun Pabrik Sambal Di Batu Bara


Ketgam Bupati Zahir saat mendampingi GUBSU edy Rahmayadi panen cabin di-Desa Lubuk cuik Batu Bara


Batu Bara,suarakpk.com - Gubernur Sumatera Utara (GUBSU) Edy Rahmayadi, akan membangun pabrik sambal di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.

Hal itu dikatakan Edy Rahmayadi saat panen raya cabai merah, di Desa Lubuk Cuik, Selasa 16/07/2019.

Untuk membangun pabrik olahan cabai.
 itu, beliau membutuhkan lahan seluas 2 hektare. 

" untuk membangun pabrik sambal,
saya butuh tanah sekitar 2 hektare dan di situ akan dibangun " ucap Edy  

Menurut Edy petani harus bernaung pada Koperasi karena nantinya petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panen cabai, karena itupula ia meminta kepada Bupati Zahir untuk segera membentuk koperasi. "Saya inginkan adanya koperasi. Segera koordinasi dengan Bupati. Kepada Dinas Koperasi segera bentuk koperasi disini, bergerak secara menyeluruh, petani nanti menjual cabai ke koperasi, yang membiayai petani bukan Bank atau rentenir, tetapi koperasi," tuturnya.

Selain itu GUBSU mengaku baru mengetahui terdapat lahan cabai di Batu Bara. "Saya baru tahu dalam seminggu
ada lahan cabai kita seluas ini dan Ini jangan diganggu pak bupati, pastikan jangan ada pengalihan lahan pertanian disini. Tak boleh petani susah, saya akan turun tangan langsung mengurus ini. Yang pasti petani harus makmur," pungkasnya.

Bupati Kabupaten Batu Bara, Zahir menuturkan, luas areal pertanian cabai merah yang saat ini memasuki musim panen di Desa Lubuk Cuik kurang lebih 450 hektare. Kondisi seperti ini tidak terjadi begitu saja, namun secara bertahap sampai kurang lebih satu dasawarsa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah ini sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan agribisnis cabai merah.

Komoditi cabai ini hanya salah satu produk bahan pangan yang dihasilkan di Batu Bara. Artinya, masih banyak komoditi lain yang apabila dibina dan dikembangkan dapat diandalkan untuk mensuplay pasar kebutuhan pangan di Provinsi Sumatra Utara dan Nasional seperti; beras, mentimun, terong, telur bebek, ikan, kepiting, udang termasuk buah durian.

Pemerintah Lanjutnya dalam hal ini Bank Indonesia hampir setiap tahun dihadapkan pada gejolak harga cabai merah yang terulang setiap tahunnya. " kita dituntut untuk selalu waspada mengingat cabai merah hampir selalu menjadi pemicu inflasi," ujarnya.

"Di Batu Bara terdapat ribuan petani yang terlibat dalam budidaya cabai merah. Di Desa Lubuk Cuik ada sekitar 900 KK. Secara teknologi budidaya, mereka cukup mumpuni namun secara manajemen pertanaman sampai pemanenan mereka butuh pemasaran juga pendampingan," tutupnya.(muhammad amin) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)