Proyek Betonisasi Jalan Desa Pucung, Diduga Rampas Hak Warga Desa - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

21 Mei 2019

Proyek Betonisasi Jalan Desa Pucung, Diduga Rampas Hak Warga Desa



UNGARAN, suarakpk.com - Ketenangan dan ketentraman warga Desa Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang beberapa minggu ini mulai terusik dengan adanya proyek betonisasi jalan di desa Pucung. Pasalnya, proyek bentonisasi yang bersumber dari Dana Desa senilai Rp.192.000.000 diduga telah merampas sebagian hak tanah warga, sehingga saat ini ramai diperbincangkan di kalangan warga Desa Pucung dianggap telah merampas hak warga desa.
Kepala Desa Pucung, Samsudin siang tadi, Senin (20/5) kepada suarakpk.com mengaku, bahwa proyek betonisasi jalan di desa Pucung sebenarnya tidak ada masalah dengan warga. Menurutnya, isu tersebut sengaja dihempuskan oleh orang yang tidak senang dengan dirinya. (Baca Juga : Ganjar Pranowo : Jalur Alternatif Siap Dilalui Pemudik 2019)
“untuk lebih jelasnya silahkan tanya kepada Kadus Desa Karangjati, Rofik yang juga sebagai ketua TPK.” pinta Samsudin dengan nada ketus saat ditemui di ruang kerjanya.
Sebelum suarakpk.com mengkonfirmasikan ke Kadus, Rofiq, terlihat Kades Samsudin menelphone seseorang, yang ternyata tidak selang berapa lama, Kadus Rofiq hadir di kantor Kepala Desa Pucung.
Dijelaskan oleh Kadus Rofiq bahwa permasalahan proyek betonisasi jalan di desa Pucung yang tidak melibatkan warga sekitar, Rofik tidak sejalan dengan warga Desa Pucung, Dia beralasan, karena tenaga dari warga desa tidak berkwalitas dan kerjanya tidak dapat dihandalkan. (Baca Juga : Ganjar Pranowo : Wabup Jepara Segera Ambil Alih Pemerintahan)
“Selain itu, warga Desa Pucung ini tidak bisa membentuk tim kerja yang disyaratkan minimal terdiri dari 6 orang, dan warga Desa Pucung tidak memiliki tangungjawab dalam bekerja.” ucap Rofiq dengan raut muka sinis.
Lebih lanjut, Rofiq mengungkapkan terkait talud yang berada di depan rumah warga, sehingga tidak memberikan akses jalan masuk sebagaimana yang terekam dalam liputan suarakpk.com, Rofiq mengelak, namun saat ditunjukkan video rekaman, akhirnya Rofiq terdiam.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan suarakpk.com di lapangan, selain adanya talud yang menutup akses keluar masuk rumah beberapa warga, juga muncul permasalahan yang lebih serius. Diduga pelaksana proyek dan Kepala Desa telah melakukan penyerobotan hak tanah wargnya.  
Sebagaimana diungkapkan salah satu warga yang terdampak pada pembangunan talud sehingga dia harus rela kehilangan sebagian tanahnya karena terkena pelebaran jalan namun tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya, bahkan warga juga tidak mendapatkan ganti rugi dari desa.
Dibantah oleh Rofiq, dengan dalih, bahwa tanah tersebut sudah menjadi milik desa sejak Kepala Desa sebelumnya, sedang diketahui bahwa Kepala Desa sebelum Samsudin adalah istri samsudin sendiri. (Baca Juga : Cegah Wuwuran Pilkades Di Kebumen, Masyarakat Bentuk Aliansi)
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penyelesaian dengan warga setempat, di sisi lain, warga juga merasa takut untuk menanyakan penyelesaian penggunaan tanahnya kepada Kepala Desa Samsudin, dan telihat proyek betonisasi jalan tetap berjalan.
Terpisah, suarakpk.com belum mendapatkan konfirmasi dari Instansi terkait, untuk memberikan konfirmasi atas persoalan yang dialami oleh warga Desa Pucung, Kecamatan Bancak, Kebupaten Semarang. (samsul/red)

57 komentar:

  1. Yang menjadikan warga desa masih was" itu, proyek perombakan jalan itu apakah bisa selesai dalam tempo waktu..karena kalau tdk ada kejelasan yang akurat,warga akan terus terasa geram..karna pembangunan sudah mencapai tahap akhir,sedangkan proyek belum selesai,jalan beton sudah agak rusak..

    BalasHapus
  2. Tenaga dari warga desa tidak berkualitas?? 🤣🤣🤣 yg sekarang aja proyek belum selesai tapi jalan udah rusak?? Tenaga kerja bapak berkualitas gak?

    BalasHapus
  3. Harusnya ada tim pemantau dari dinas terkait mengenai standart kualitas bangunan agar tdk terkesan proyek asal asalan dan benar benar mendatangkan kebaikan bagi rakyat desa pucung utk jangka panjang

    BalasHapus
  4. Mungkin kurang keterbukaan informasi proyeknya ya.....???jadinya masyarakat kurang bahkan ada sebagian masyarakat tidak tau tentang proyek betonisasi irtu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Hadi kelihatannya kok ngeles pura pura gak tahu jeroan pucung saja...ha..haa..ini beritanya sudah masuk lagi di media lain ..viralkan

      Hapus
    2. Tak nyimak wae....komen yo di paido...

      Hapus
  5. Ini penghinaan pencemaran nama baik sebagai warga Pucung ra Trimo iki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimak trimakke....kena delik provokator lo ya....

      Hapus
    2. Gak ada delik provokator itu, belajar tentang hukum dulu juragan,,,selama ada bukti dan validasi data, gak ada namnya provokator..biasane yang suka ngata ngatain delik provokator adalah orang yang ketakutan akan fakta he..he.. hati hati kalau komentar di media ..budayakan bukti dan fakta

      Hapus
  6. Pembelajaran untuk desa desa yang lain!!!

    BalasHapus
  7. Minta ditindak lanjuti pak KPK...biar jelas dan terbuka birokrasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah sampai Sekda Propinsi berkasnya sudah dilaporkan juga ke https://www.lapor.go.id/laporan/kategori/dana-desa-alokasi-dana-desa-dd-add/process bagi yang menemukan kasus kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa langsung saja isi di alamat ini: https://satgas.kemendesa.go.id/pengaduan-dana-desa/

      Hapus
  8. KPK mboten kenal amplop Mbah...mboten kados...oknum LSM Abal Abal..terima amplop..wonten lapangan Pancasila...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksute leh nguwei amplop nek lapangan ngono po piye.....kok kurang mudheng aku....

      Hapus
  9. Ada 2 oknum perangkat desa...yang bobol dana umpk bancak..sampai ratusan juta..berita Niki pun dugi kecamatan bancak..Bukan isu...tapi Nyoto...pak camat pun ngertos masalah Niki...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbah hadi kok mosak mosok....koyo kurang gaul sampeyan mbah...

      Hapus
    2. Iyyo lehku dolan kurang adoh

      Hapus
  10. Ingat pesen pak Menteri Pak Menteri Kemendesa Pak Eko mengatakan, dana desa harus bisa dioptimalkan sesuai kebutuhan. Pada 2019, dana yang dianggarkan pemerintah hingga Rp 73 triliun akan digunakan untuk pembangunan SDM dan pembangunan ekonomi.“Infrastruktur sudah cukup, kini saatnya dana desa untuk pemberdayaan manusia dan pembangunan ekonomi,” terang dia.

    BalasHapus
  11. Silahkan bagi warga desa Pucung Bancak yang mau melaporkan kasus kasus di desa yang terkait kebijakan pejabat desa langsung saja ke www.lapor.go.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kasus pejabat desa selingkuh dengan istri orang yang juga pegawai negara apa juga bisa dilaporkan pak disitu

      Hapus
    2. Lha dha lah....perngkat kok selingkuh...rame iki...

      Hapus
  12. Balasan
    1. Halah sampeyan ki pura pura gak tahu saja...ki sopo to? kok gak ono jenenge..ra gentle blas apa sampeyan pura pura seakan akan gak pengen tahu...photonya meskipun gelap masih tersimpan...kalau butuh WA ke +855176438 wani bayar piro !!!

      Hapus
    2. Foto selingkuh maksut nya?.....kalau nyimpen bisa rame nih....

      Hapus
  13. Kayaknya perlu evaluasi kinerja perngkate....

    BalasHapus
  14. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan...po bener yo

    BalasHapus
  15. Pucung dapat poin pembayar pajak terbaik gan....se kab semarang gan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Modus buat nutupi borok deso kali....

      Hapus
    2. Ralat ...Yang benar pembayar pajak terbaik Desa Sidoharjo di Kecamatan Susukan.. Kadesnya namanya Bu Purwanti

      Hapus
  16. OMG...
    Saya tak nyimak dulu...

    BalasHapus
  17. iki tenan pok ora jane berita ki

    BalasHapus
  18. Aku gek badan.....rung jelas iki...

    BalasHapus
  19. Proyek embung air yang di gadang gadang untuk langkah penyelamatan pertanian tidak berfungsi,seolah olah embung air tersebut hanya untuk ajang ngejar proyek,nyatanya sampai saat ini hanya jadi monumen bisu.

    BalasHapus
  20. Wah sudah masuk di twitternya pak Ganjar ya kasusnya desa Pucung ternyata tak pikir hoax ternyata beneran beritane

    BalasHapus
  21. Yang pada komentar disini sebetulnya pada sirik alias cuman pengen dapat bagian hasil keuntungan proyek ya dari pejabat desa yang rakus....sementara yang dapat keuntungan proyek pejabat yang rakus kok ya gak tahu dan gak paham rasanya indahnya berbagi keuntungan hasil proyek...jadi lanjutkan saja biar sekalian hancur lebur anggaran desanya mewek...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi saya salah om...duet ra sepiro cliliti....lebih ke emosi...do ngetut duet rakyat..do tenang2 kayak gak ada pasalnya..dia pikir rakyat pucung gak tau...gak brani lapor...

      Hapus
  22. Oh maaf sekedar komentar saja saya om...jangan emosi ya..maaf saya juga sepet delok kadus kadus pucung do bancaan duit rakyat kok ha..haa

    BalasHapus
  23. Opo yo do seneng ngolor kabel eg perangkate???

    BalasHapus
  24. Kog ada yg janggal yg d katakan sama pimpinan projek desa pucung.
    Ada beberapa bukti salsh satu nya saluran irigasi yg d buat oleh tukang" handal yg d pilih pimpinan projek seharusnya hasile dari pekerjaan itu bagus tp alhasil saluran irigasi buat mengairi lahan pertanian banyak yg bocor sehingga debit air yg lewat saluran irigasi tersebut tidak berfungsi secara maksimal.

    BalasHapus
  25. Ojo do kakean omong sing penting desane dewe tentrem ayem damai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suatu desa bukan hanya butuh tentrem ayem,damai pak rofik.
      Masyarakat juga butuh makmur ekonomine, sehat jiwa ragane, jujur omongane, nyata pembangunane.
      Mungkin itu contohnya.
      Msh banyak kog yg d butuhkan masyarakat. Bukan soal tentrem, ayem damai saja.

      Hapus
  26. Bumdes,embung,betonisasi,perangkat menyalah gunakan dana umpk,tak simak e sik....selingkuh tak inceng

    BalasHapus
  27. Ra kakean omong do kepenak en turu mu pak de...

    BalasHapus
  28. Madik madik bojone uwong yo dame

    BalasHapus
  29. Isune enek sing pisah ranjang ki tenan po ra....nak tenin rak yo piye....wuzzzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dewasa kalau berkomentar jangan bawa bawa urusan personal kalau gak ada bukti bisa kena delik pencemaran nama baik kamu, bedakan urusan personal/pribadi dengan urusan kepemerintahan ya,,budayakan damai dan aman di desa kalau ada masalah di musyawarahkan yang baik jangan menuduh dulu tanpa bukti

      Hapus
  30. Nak komen sing duwe bobot to boz.....dadi lurah ki modale yo akeh....di rewangi ingon2....di rewangi nyangoni 50 rb an per uwong...dadi ojo nemen2 mojokne perangkate...idep idep iso golek ijole dana calonan.

    BalasHapus
  31. Bis kolobis kontul baris

    BalasHapus
  32. Sabar mbah luràh....era tehnologi mbah..era keterbukaan...jaman dah berubàh mbah...

    BalasHapus

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)