Perempuan Harus Menjadi Pemilih Yang Cerdas - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


14 Maret 2019

Perempuan Harus Menjadi Pemilih Yang Cerdas


BLORA, suarakpk.com - Partisipasi perempuan pada Pemilu 17 April mendatang harus lebih meningkat dari sebelumnya. Apalagi jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari kaum pria. Agar dapat memilih legislatif dan eksekutif yang berkualitas pemilih perempuan harus cerdas dalam memilih.

Camat Kunduran Hartanto Wibowo,SIP,M.Si menjelaskan, partisipasi politik dalam negara demokrasi merupakan indikator implementasi penyelenggaraan kekuasaaan negara tertinggi yang absah oleh rakyat. Pemilihan umum dapat dikatakan sebagai salah satu sarana demokrasi dan bentuk perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang aspiratif, berkualitas, serta bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyat.
"Untuk itu diperlukan partisipasi politik sejati seluruh rakyat, tak terkecuali kaum perempuan," ujar Camat Kunduran dalam kegiatan Pendidikan Politik Bagi Organisasi Wanita dipendopo Kecamatan Kunduran, Rabu (13/3) kemarin.

Hadir pula pada kegiatan tersebut Kasipoldagri Bapak Siswogunawan,
narasumber Arif Januarso,S.sos MSI,dari Universitas Bojonegoro sebagai ketua yayasan,KPU Blora,dan narasumber dari Bawaslu Kabupaten Blora,serta ibu ibu PKK sekecamatan Kunduran.

Dalam acara yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Blora tersebut,Camat kunduran  menambahkan, partisipasi pemilih perempuan dalam pemilu masih sangat rendah. Padahal dari aspek regulasi, sistem pemilu dan data-data tentang pemilih perempuan itu menunjukan bahwa perempuan memiliki kesempatan dan peluang yang sama.

Untuk memberdayakan perempuan sebagai pemilih mandiri yang dapat menjadi subjek dalam pemilihan umum, diperlukan pendidikan politik bagi perempuan. Pendidikan yang membuat perempuan menyadari hak-hak politik yang dimilikinya dan menjadikan laki-laki terutama suami atau ayah mereka lebih menghargai dan menghormati hak-hak politik perempuan. “Sehingga perempuan sebagai pemilih dapat sungguh-sungguh menjadi subjek,” terangnya.

Perempuan harus menjadi pemilih yang cerdas. Meski dalam memilih perempuan  tidak mengandalkan logis, tapi perasaan dalam memilih. Karena itu,Camat mendorong para perempuan untuk menjadi pemilih yang cerdas dan mengutamakan azas-azas pemilu dalam proses pesta demokrasi mendatang.

“Memilih jangan dasarnya uang, kalau itu mereka yang jadi nantinya akan berpikiran bagaimana mengembalikan uangnya,” jelasnya

Ditambahkannya, minimal ada tiga syarat memilih calon atau pemilih dalam Pemilu, yakni kompetensi, integritas dan moral. "Pemilih perempuan harus menjadi pemilih andalan yang cerdas." pungkasnya. (Red/Bambang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar