Warga Desa Sambowangan Minta Bupati Blora Peduli - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


08 Februari 2019

Warga Desa Sambowangan Minta Bupati Blora Peduli



BLORA, suarakpk.com - Tanah longsor di pinggir kali mbet bayu, yang terletak di wilayah Rt 03 Rw 05, Desa Sambowangan, Kec.Randublatung, Kab.Blora sangat membahayakkan jiwa yang tinggal dekat sungai.
Pantauan di lapangan, kondisi tanah sangat mengkhawatirkan sekali, longsoran sudah melebar pada sebagian jalan desa dan tanah yang di tempati oleh warga, terlihat beberapa tumbuhan seperti pohon jati, pisang dan beberapa bekas bangunan yang sudah di tinggalkan oleh warga yang pindah ikut longsor sampai ke tengah sungai, selain itu bangunan rumah warga di sekitar sungai yang belum ditinggalkan pemiliknya juga terancam longsor. Akibatkan derasnya arus sungai, nampak bangunan atau rumah warga yang berada di pinggir sungai dengan tanah yang sudah tidak memungkinkan menanhan longsoran sangat membahayakan.
Darmin salah satu RT di dukuh mbut banyu, Desa Sambowangan, kemarin selasa (5/2) mengaku kwatir dengan terjadinya tanah longsor.
”saya terus terang sangat khawatir dengan peristiwa tanah longsor akibat banjir ini, sebelum terjadi longsor ada empat unit rumah di tanah yang longsor itu karena tanah terkikis dan longsor beberapa warga yang tinggal di tanah itu harus pindah.” tutur Darmin.
Dikatakan Darmin, bahwa sebelum tanah longsor, tanah tersebut sudah ditanami bamboo, namun setelah lebih tiga kali banjir besar, bambu ikut terbawa arus sungai yang deras.
“Desember kemarin longsoran tanah belum parah seperti ini. Camat Randublatung dengan Kades Mbet Banyu dan kawan-kawan sudah lakukan reboisasi, ya karena banjirnya memiliki arus yang deras akhirnya semuanya ikut terbawa arus sungai itu.” ujarnya,
Lebih lanjut, Darmin berharap tanah longsor yang membahayakan warga tersebut dapat segera ditanggulangi, namun hingga berita ini diturunkan, dirinya mengungkapkan belum ada BPD penanganan sama sekali, BPD yang datang hanya meninjau lokasi tanah longsor.
“ya pinginnya itu segera ditanggapilah, biar nggak mengkhawatirkan, kapan itu juga ada pihak BPD yang ke sini ke lokasi longsoran ini tapi juga belum ada penanganan mas. Ya semoga dari bupati Blora juga cepat tanggap tentang bencana ini tidak hanya omong saja tapi ada buktinya mas”. ungkap Darmin.
Sementara, Kepala Desa Sambowangan, Setiani kepada suarakpk.com mengatakan bahwa terkait longsornya tanah warga akibat banjir dan sudah memakan jalan desa yang membuat aktivitas warga terganggu. Dirinya berjanji akan segera membangun pondasi sebagai panahan banjir sungai.
”Kedepannya dari pihak desa akan menggunakan APBDes untuk membangun pondasi pinggir sungai yang amblas itu, pinggir sungai akan di sudet, supaya bisa menahan hantaman arus sungai yang sanghat deras disaat banjir terjadi dan akan mengurangi amblasnya tanah.” kata Setiani.
Menurutnya, Desa akan menganggarkan Rp.50 juta untuk pembagunan penanggulangan tanah longsor tersebut.
“rencananya akan dibangun dengan anggaran 50 juta bila cukup dan akan di laksanakan dalam waktu dekat, karena sangat membahayakan warga yang tinggal di dekat sungai sambowangan, yang mengakibatkan beberapa warga pindah karena kondisi tanah yang tidak memungkinkan.” janjinya.
Sebelumnya pada hari jum’at (7/12) yang lalu, pihak desa bersama Forkompincam Randublatung dan masyarakat sekitar lokasi tanah longsor telah melakukan penanaman pohon dengan tujuan bisa menahan longsor.
“karena arus yang sangat deras sekali pohon yang kami tanam tersebut ikut hilang, ya kami himbau supaya warga yang masih tinggal di sekitar lokasi longsor  tetap waspada supaya tidak ada korban jiwa.” harap Setiani.
Sementara, salah satu warga mbut banyu yang rumahnya ikut menjadi korban tanah longsor, Sigit (38) menceritakan bahwa sebelum terjadi tanah longsor akibat banjir dengan arus yang sangat deras ada 4 unit rumah warga yaitu rumah Seno (40), Ralim (65), Sawit (50) dan rumahnya sendiri,  tanah di sekitar sungai sudah menunjukkan retak-retak.
“setelah itu ada banjir besar dan akhirnya tanah longsor dan amblas, karena warga takut warga mengantisipasi untuk pindah rumah dan meningalkan tanah yang mereka tinggali.” cerita sigit.
Diungkapkan oleh Sigit, bahwa untuk kedepannya harapan warga sangat berharap tanah longsor tersebut supaya cepat ditangapi oleh pemerintah.
“setiap banjir datang dengan arus yang deras, tanah pasti amblas dan warga sangat khawatir bila tanah terus amblas dan longsor.” ucapnya.
Akibat dari tanah longsor, yang terjadi di dukuh mbut banyu, desa sambowangan ini membuat warga tidak nyawan dan tidak bisa tidur nyenyak karena, warga yang tinggal di dekat sungai sangat  khawatir bila ada banjir besar akan mengakibatkan longsornya tanah. Selain itu aktivitas warga sehari-harii juga terganggu karena amblas dan longsornya tanah tersebut membuat sebagaian jalan desa itu ikut amblas dan membuat warga kesusahan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari dan ironisnya sampai berita ini diturunkan, belum ada penanganan dari pemerintah daerah Blora padahal sudah beberapa kali di survai oleh Dinas terkait, bahkan merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah, wargapun menuliskan di papan yang terbuat dari seng dengan bertuliskan “obyek wisata tanah longsor”.
Pemasangan papan merupakan sebagai bentuk protes warga, karena tanah longsor tidak cepat mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga membuat beberapa warga harus pindah tempat tinggal karena bencana alam ini.
Warga mempertanyakan, masihkah ada yang peduli dengan bencana alam ini?
“bila tidak cepat mendapatkan tanggapan dari pihak yang berwenang seperti dari pihak Kabupaten Blora  atau  provinsi Jawa Tengah dalam hal ini BPBD dan Dinas terkait. Maka akan memunculkan korban warga masyarakat sekitar.” pungkasnya.
(Bayu/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar