Camat Jati : Kader Posyandu Baiknya Jemput Bola - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

14 Februari 2019

Camat Jati : Kader Posyandu Baiknya Jemput Bola



BLORA, suarakpk.com - Musyawarah Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020 di Kec.Jati Kabupaten Blora yang dipusatkan di pendopo kecamatan Jati, Manggala Praja, kemarin kamis, (6/01/2019), dihadiri oleh Bappeda, Dinas Pariwisata, anggota DPRD, DPUPR, Dinas Soasial dan Forcompincan Jati, serta kepala desa sekecamatan Jati juga utusan desa.
Camat Jati, Bawa Dwi Raharjo S.STP,M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kecamatan Jati telah mengadakan Musrenbangdes di semua desa. Musrendes yang dilaksanakan sejak tanggal,7 Januari sampai dengan 27 Januari 2019. Dirinya meminta kelanjutan pembangunan kantor kecamatan, pembuangan sampah, pembangunan kantor PKK, trotoar, rumah dinas camat, revatalisasi drainase dari dukuh Klatak sampai dukuh Ngasem Tanggung.
“selain itu, kami mengusulkan pengadaan 17 titik penerangan jalan umum, peningkatan jalan Tlogotuwung sampai Gempol, ke Banglean, jembatan Kaliaren, dilanjutakan pembangunan jalan Jati ke Karangmojo, jalan Kepoh sampai ke jalan lingkungan antar desa, jalan Singget sampai Jati, Kepoh sampai ke Gempol, Doplang sampai ke Gabusan,jalan Randulawang ke Jeruk, jalan ases antar kecamatan Jati dari Doplang sampai kecamatan Randublatung daerah Wulung,jalan Doplang sampai ke Kunduran.” tutur Camat Jati.

Sedangkan Kabid Pemetaan Wilayah Bappeda, Mahmut Junaidi, dalam sambutanya menyampaikan sekitar 14 OPD, mengarahkan kebijaksaanaa iklim investasi daerah blora, berwawasan lingkungan,sinergi serta keamanan dari TNI dan Polri bersama masyarakat.
“Prioritas program Pelayanan, Pengentasan kemiskinan, pengentasan stunting sekitar 11,1% dari jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, Kecamatan harus membentuk tim untuk menanggulangi kemiskinan dan dilanjutkan ke desa, Kesehatan,8% angka stunting masih tinggi sehingga stake holder harus bisa mengurangi angka stunting.
“Kades diharapkan nantinya memperbarui pemetaan data yang nyata untuk warga miskin supaya bantuan yang diperuntukan untuk warga miskin seperti PKH, bantuan sembako, maupun yang lainnya itu tepat sasaran. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama.” ujar Mahmut.
Lebih lanjut, Mahmut berharap pada tahun 2020 warga miskin di kaupaten Blora berkurang dari target 8 sampai 10% bisa diwujudkan dalam visi dan misi pada tahun 2020 berhasil.
“dari pengamatan Bapeda warga miskin di kecamatan Jati masih cukup tinggi.” ucapnya.
Lebih lanjut, Bapeda dan tim dalam pendampingan mengaku telah menghasilkan sekitar 357 usulan dari Infrastruktur, 87 usulan dari Ekonomi dan 89 usulan dari Sosial dan Budaya sehingga berjumplah 533 usulan.
“Dalam perehapan kantor kecamatan yang lama supaya bisa digunakan oleh korwil pendidikan kecamatan Jati.” jelasnya.
Dinas Pasar di pasar Doplang lanjut Mahmud, sangat mengkhawatirkan karena tidak punya pembuangan tempat sampah yang layak dan selama ini pembuangan tempat sampah dilakukan di lapangan, sedang pembangunan kantor kecamatan yang baru tidak ada anggarannya dan mau mengajukan untuk pembuatan ruang sholat, pagar,
paving untuk halaman depan kecamatan Jati, Rumah Dinas dan jalan di depan kecamatan diberi pengejut jalan, sebelum sampai di kecamatan dengan pengejut jalan, dari kecamatan sekitar 25 meter, serta lampu penanda yang akan dipasang di sisi timur dan sisi barat serta pemberian plang pemberitahuan kantor kecamatan Jati dengan jarak 50 meter dari kantor kecamatan Jati,tambah Bapeda Blora.

Sementara, anggota DPRD Blora, Yudi kristiyanto, dalam sambutannya mengaku jika dirinya sangat mengharapkan program yang akan dilaksanakan dan diprioritaskan pada pembangunan Tahun 2020 harus mengutamakan program prioritas.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan menerangkan bahwa angka stunting (gagal dalam tumbuh dan kembang) di puskesmas Doplang dari data yang diterima mencapai 19,3% dengan balita 78,209 di alami oleh anak berumur 9 bulan dan sejumlah 259 dengan umur 59 bulan.
“dengan total Puskesmas Doplang sekitar 572 anak mengalami stunting, selain itu di puskesmas Randulawang menurut data yang diterima sekitar 49 balita mengalami stunting dan umur 9 bulan sekitar 151 mengalami stunting dan umur 59 bulan sebanyak 200 dengan jumlah dari puskesmas Randulawang mencapai 400,dan bila di hitung sesuai data yang di dapat di kecamatan Jati anak yang mengalami stunting sekitar 972 anak yang mengalami stunting.” ujarnya.

Terpisah, saat suarakpk.com mewawancarai Camat Jati, Bawa Dwi Raharjo S.STP,M.Si menyampaikan bahwa masukan dari desa-desa itu harus segera di akomodir oleh Pemkab dan anggorta dewan, selain itu dilanjutkan menjadi prioritas usulan desa dan benar-benar disetujuai, apa yang di usulkan oleh Pemerintah desa supaya suatu wilayah yang kurang itu bisa maju “
“sementara permasalahan stunting, saya berharap supaya posyandu dan dinas terkait benar benar memperhatikan karena angka stunting sangat tinggi dan sangat disayangkan karena hal ini menyangkut masa depan bangsa dan negara Indonesia, bila perlu disaat posyandu dimulai ada warga yang tidak hadir membawa anak ke posyandu, kader posyandu alangkah baiknya jemput bola, karena perkembangan anak itu sangat penting sekali dan bisa di pantau lewat posyandu.” harap camat jati. (dwi/bambang/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)