Pantai Sejarah Butuh Sentuhan Tangan Pemerintah - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


10 Januari 2019

Pantai Sejarah Butuh Sentuhan Tangan Pemerintah

.

Batu Bara, suarakpk.com - Pantai Sejarah yang berada di-Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara adalah tempat pendaratan pertama  bala tentara Dai Nippon (Jepang) pada tahun 1941.

Di pantai itulah dahulunya dibangun bunker panjang sebagai tempat bala tentara Jepang saat mendarat dan Peninggalan bunker Jepang yang dibangun Jepang itu masih terlihat di sisi jalan Perupuk.

Keasrian pantai yang dulunya terkenal di Sumatera Utara dengan pasir yang halus dan putih, kini kondisinya laksana "gadis tua tak bersolek".

Selain bibir pantai yang kian terkikis akibat abrasi kini kondisi pantai kenamaan di era Asahan itu terkesan kumuh dan jorok.

Dampaknya, lokasi objek wisata itupun semakin kurang diminati pengunjung sebab Lokasi pantai kian menyempit, lesehan tempat duduk pengunjung juga terkesan tidak bermutu.

Kepada wartawan salah seorang warga pantai yang enggan namanya disebutkan kemarin Selasa 08/1/2019 mengatakan pantai yang dimaksud sepi pengunjung.

"Sekarang uda jarang pengunjung. Kalau dulu hampir disetiap hari libur ramai bahkan sempat beberapa kali kedatangan artis ibukota", katanya.

Masih dilokasi pantai Rahmad Hidayat saat berkunjung ke pantai tersebut mengatakan untuk dapat menarik minat pengunjung, pantai sejarah itu perlu sentuhan tangan dari Pemerintah dengan melakukan pemugaran serta terus menjaga kelestarian pantai.

"Jangan macam gadis tua, sudah tua tak pula bersolek", katanya.

Amatan wartawan, lokasi pantai tampak sepi bahkan warung-warung yang menjadi tempat usaha Masyarakat nyaris kosong.

Dibibir pantai hanya terlihat sejumlah sampan kecil para nelayan yang digunakan mengais rezeki. Sedangkan disudut pantai dijadikan tempat perdagangan hasil tangkapan para nelayan.

Mirisnya, di bibir pantai berlumpur tersebut berdiri belasan pondok yang diduga menjadi tempat  'kitik-kitik' (esek-esek). Pondok-pondok tersebut mengarah ke laut dan bertiraikan hutan bakau sehingga aktifitas didalam pondok tidak terlihat.(414/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar