PPWI dan Sekber Pers Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


12 Desember 2018

PPWI dan Sekber Pers Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut



JAKARTA, suarakpk.com -  Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Sekber Pers Indonesia, mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumatera Utara, pasalnya, dua lembaga ini prihatin dan mengecam keras program kriminalisasi wartawan dan warga masyarakat yang dilakukan oleh oknum Kapolda Sumut karena pernyataan dan/atau tulisan yang disampaikan oleh warga tersebut yang menilai Kapolda mereka tidak becus bekerja dan patut dicopot.

"Salah satunya, terkait dengan kasus penanahan wartawan atas nama Muhammad Yusro Hasibuan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara sebagaimana banyak diberitakan media," kata Ketua Umum PPWI dan Ketua Sekber Pers Indonesia, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada Wartawan beberapa hari yang lalu, Sabtu (8/12/2018).

Wilson juga mengingatkan Kapolda Sumut untul tidak berlaku zalim terhadap warga masyarakat di negeri ini. Sebab, menurutnya, warga adalah pembayar gaji.
“rakyat yang menyediakan rumah dinas, kendaraan dan segala fasilitas Kapolda, rakyat yang membelikan segala kebutuhan hidup Kapolda dan keluarganya, termasuk isi perut dan celana kolor yang dipakai sehari-hari.” ujarnya.

Dijelaskan Wilson bahwa sebelum Kapolda melakukan penangkapan terhadap warga yang melontarkan kritik, Kapolda semestinya menilik dahulu ke dapam seragam Polisi bahwa semua adalah bersumber dari pajak rakyat.
“kepada Anda maupun institusi yang Anda pimpin, tiliklah terlebih dahulu ke dalam seragam Polisi yang dipakai itu, semua benang yang melekat di tubuh Kapolda, seluruhnya adalah hasil keringat rakyat, yang rela diserahkan kepada negara untuk digunakan membelikan pakaian bagus Anda tersebut," ujar Alumni Pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, England.

Wilson menyarankan ke Kapolda Sumut, untuk menanggalkan pangkat bintangnya, sebab ditegaskan oleh Wilson, atas dugaan kriminalisasi terhadap wartawan, Kapolda Sumut tidak menunjukkan diri sebagai manusia pemimpin yang mengayomi rakyat.
“ayolah tanggalkan bintang di pundak Anda, tidak pantas bintang-bintang itu berada di pundak Anda. Hanya jadi hiasan belaka, kosong tanpa makna ketika Kapolda tidak menunjukkan diri sebagai manusia pemimpin yang mengayomi rakyat, berjiwa kerdil, dan bersikap seakan-akan Anda hebat bisa semena-mena menangkap orang yang Anda tidak suka karena kritikannya.” tegasnya.
Lebih lanjut Wilson, mengajak Kapolda untuk pulang kampung dan kembali menjadi petani.
“Ayolah, pulang kampung saja, jadi petani sambil kita menonton dan kritisi oknum pejabat Polisi yang tidak becus bekerja. Itu lebih baik dan terhormat," sebut Alumni Pascasarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, the Netherlands dan Linkoping University, Sweden.

Tidak hanya itu, Wilson yang juga selaku Trainer bidang jurnalistik bagi ribuan anggota dan pejabat TNI, Polri, PNS, guru/dosen, mahasiswa, LSM, ormas, wartawan, dan masyarakat umum juga mendesak Kapolri Tito Karnavian agar lebih cerdas memilih anak buah untuk ditempatkan sebagai Kapolda.

"Sayang sekali, eman-emanlah gelar Pak Kapolri professor doktor, tapi dalam memilih Kapolda saja masih memprihatinkan, hanya mampu dapatkan oknum pejabat Kapolda selevel anak SD yang baper (bawa perasaan) dan sensitif terhadap kritikan rakyat. Saran saya, ganti segera pejabat model itu, percuma habiskan uang rakyat saja, kinerja buruk," tutupnya. (001/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar