Warga Desa Kemujan, Adimulyo, Kebumen Tolak Kegiatan Jamaah MTA - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


15 November 2018

Warga Desa Kemujan, Adimulyo, Kebumen Tolak Kegiatan Jamaah MTA


KEBUMEN, suarakpk.comKegiatan Majis Tafsir Alquran di Desa Kemujan, Kec.Adimulyo, Kab.kebumen menjadi perhatian warga setempat, kegiatan yang dinilai menyimpang tersebut sudah ditolak oleh warga, alasan penolakan warga didasari karena kegiatan Pengajian MTA di Desa Kemujan tanpa ada ijin dan musyawarah dengan warga kemujan dan pemdes kemujan. Sedangkan, yang menjadi Sekretariat MTA adalah rumah milik warga kemujan yang dijual namun bukan untuk sekretariat MTA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun suarakpk.com beberapa waktu lalu, kamis (8/11/) warga masyarakat Desa Kemujan melakukan aksi demo untuk membubarkan kegiatan MTA di Desa Kemujan. Aksi warga mendapat pengamanan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP.
Pantauan di lapangan, tidak kurang 50 kendaraan motor jamaah MTA yang hendak menghadiri pengajian di sekretariat MTA, urung dilakukan, sebab jamaah MTA dihadang oleh pihak kepolisian dan diberikan pengarahan akhirnya warga MTA membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.
Untuk meredakan situasi dan keamanan, Kapolres Kebumen AKBP Arif Bachtiar dan Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf Zamril Philiang ikut turun langsung di lokasi. Warga menegaskan tidak akan ada aksi penolakan sepanjang pihak MTA tidak melakukan pengajian di Desa Kemujan.
Sementara, hari berikutnya, rombongan jamaah MTA, yang akan melaksanakan pengajian di Desa Kemujan mulai berdatangan dengan jumlah yang lebih banyak, kedatangan para jamaah MTA tersebut menggunakan Mobil dan motor, mereka datang dari arah utara perempatan jalan Adimulyo dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Mendengar adanya warga MTA yang berdatangan dari arah utara perempatan jalan Adimulyo, warga desa kemujan langsung berkumpul di sebelah selatan.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, jajaran kepolisian, TNI dan Satpol PP kembali menghadang berkumpulnya warga kemujan yang berada di sebelah selatan kecamatan, padahal jarak antara warga kemujan dan rombongan MTA sekira 500 meter dengan masing masing di kawal oleh pihak keamanan.
Negosiasi antara pihak keamanan  dan warga MTA pun dilaksanakan. Di lain tempat diwaktu yang bersamaan negosiasi antara warga kemujan dan pihak keamanan juga di laksanakan di bagian selatan. Namun warga MTA mendesak kepada jajaran kepolisian untuk memperbolehkan mereka melaksanakan pengajian, sementra dengan alasan demi keamanan pihak kepolisian meminta warga MTA untuk bersabar, ini diselesaikan dengan pertimbangan situasi tidak kondusif
Situasi mulai memanas warga kemujan mulai bergerak berjalan ke arah utara hingga sampai tempat dimana warga MTA berkumpul, warga kemujan meminta warga MTA yang datang dari utara meninggalkan tempat.
Kapolres Kebumen, AKBP Arif Bachtiar  mengungkapkan bahwa dirinya dalam hal ini jajaran polres kebumen telah berupaya untuk dapat meredam situasi agar tidak memanas. Untuk itu kedua pihak dimohon saling menghormati satu sama lain, masyarakat kemujan juga dimohon tidak melaksanakan aksi penolakan dan beraktifitas sebagaimna biasa.
“Ini untuk menjaga keamanan bersama sehingga saling meredam emosi dulu. Masyarakat jangan melakukan aksi dan MTA jangan dulu melakuksn kegiatan di kemujan, kegiatan dapat dilaksanakan ditempat lain dulu.” pinta Kapolres beberapa waktu lalu, Kamis (8/11).
Di sisi lain, penasehat hukum Desa Kemujan, Yuli Ikhtiarto SH, menjelaskna, bahwa warga sudah bosan melakukan aksi penolakan, sayangnya pihak MTA terus saja bersikukuh melakukan kegiatan di kenujan.
“Kalau hari ini kamis 8 November 2018 dari MTA tidak datang di pastikan tidak ada aksi penolakan.” pungkasnya (119/red).

No comments:

Post a Comment