Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Perumnas Mangkang Indah Dimeriahkan Tari Sufi Nusantara - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


28 November 2018

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Perumnas Mangkang Indah Dimeriahkan Tari Sufi Nusantara



SEMARANG, suarakpk.com - Tari Sufi Nusantara asuhan KH. Miftahul Huda Al Hafidz memukau jamaah pengajian umum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sabtu malam minggu (24/11) di Masjid Baitussalam Perumnas Mangkang Indah, RW. 02 Kelurahan Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)  Maulid Nabi Muhammad tersebut juga diiringi dengan group rebana Az Zahra sehingga suasana semakin bertambah beriah membuat para hadirin tidak beranjak dari tempat duduknya di ruangan Masjid disamping mendengarkan wejangan Mubaligh kondang KH. Miftahul Huda yang melantunkan Ayat Suci Al Qur'an dan Hadits Rasul dengan nada yang keras tapi menyejukkan hati. Nampak hadir para sesepuh pinisepuh,  para tokoh agama maupun tokoh masyarakat serta Bapak Lurah Wonosari atau yang mewakili,  Ketua RW 02 Bpk. Maryono, S.Kom. para Ketua RT se RW. 02 dan ratusan hadirin undangan lainnya
Lima penari sufi nusantara begitu kompak dalam menghibur hadirin sehingga mendapat aplaus dan apresiasi serta tepuk tangan meriah dari para jamaah.
Sementara Ketua RW 02 Maryono dalam sambutannya di depan para hadirin menyampaikan pesan agar peringatan hari besar islam tetap berjalan sesuai program yang telah disepakati bersama. Semua warga untuk selalu menjaga rasa kerukunan, Kebersamaan, persatuan dan kegotong royongan demi kesejahteraan dan Kemakmuran di wilayah RW 02 Kelurahan Wonosari Ngaliyan Kota Semarang. Dan juga ada program pembangunan gedung serba guna untuk lapangan bulu tangkis dan tennis meja segera kita wujudkan mohon doa restunya," ungkapnya. (002/red)
KH. Miftahul Huda dalam wejangan hikmah maulid Nabi menyatakan kenapa Rasulullah Muhammad SAW diperingati saat kelahirannya sedang para wali,  para ulama dan para Kyai diperingati ketika wafatnya. "Khusus Rasulullah diperingati pada saat kelahirannya, sebab Rasulullah adalah manusia tapi bukan manusia biasa beliau sejak lahir hingga kembali ke rahmatulllah atau hingga sampai akhir hayatnya tidak pernah melakukan dosa. Sementara para wali, para ulama, aulia, para kyai pasti pernah berbuat dosa meski Allah telah mengampuninya atas taubatan nashoha, sehingga diperingati pada saat wafatnya, " tutur Kyai Miftah membedakan atas peringatan antara Nabi dan Manusia biasa. (Maksum/red)

No comments:

Post a Comment