Masalah Kesehatan dan Nasib Petani, Menjadi Prioritas Pagar Jenswin Pandiangan S.Ked - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


07 October 2018

Masalah Kesehatan dan Nasib Petani, Menjadi Prioritas Pagar Jenswin Pandiangan S.Ked


BATU BARA, suarakpk.com - Kekerasan terhadap Anak beberapa tahun ini menunjukkan trend meningkat, baik dari Media elektronik maupun cetak juga Media sosial, setiap hari terdengar ada saja tindak kekerasan terhadap Anak. Terkait hal itu Pagar Jenswin Pandiangan memandang, "Harus diberi penguatan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai Institusi perlindungan Anak yang diamanatkan melalui UU No. 35 Tahun 2014 sebagai perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak." kata Pandiangan. Menurut  Pandiangan, Pemerintah Pusat dan Daerah terkesan setengah hati dalam menguatkan Lembaga KPAI, hal tersebut diungkapkan Pagar Jenswin Pandiangan, S.Ked., kepada Awak Media di Lima Puluh Batu bara, beberapa waktu yang lalu pada hari Kamis (04/10/2018).

Lebih lanjut, Beliau juga mengatakan, "Kondisi Anak di Indonesia khususnya Sumatera Utara sangatlah rawan terhadap kekerasan, ini akan menjadi satu prioritas utamanya apabila diberi kepercayaan kembali sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara melalui Pemilu serentak Rabu, 17 April 2019 mendatang." imbuhnya. Selain itu Caleg dari Partai Gerindra Dapil Sumut 5 ( Asahan, Tanjung Balai dan Batu Bara), akan memperjuangkan masalah perlindungan anak ini menjadi prioritasnya juga kesehatan dan nasib para petani. Skala prioritas yang dibuat Pandiangan bukanlah tanpa dasar, Alumni Faked Universitas Methodis Medan itu melihat tingkat kesehatan Ibu dan Anak masih harus ditingkatkan lagi.

Berasal dari keluarga petani, Pandiangan yang juga merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Batu bara mengungkapkan, mengenai nasib petani yang nyaris tidak sejahtera. Menurutnya pertanian di Sumatera Utara harus tetap dipertahankan meski saat ini Indonesia mengarah ke industri. Pupuk subsidi harus benar - benar sampai ke petani kecil sesuai dengan harga subsidi yang ditetapkan pemerintah. Memang diakui Pandiangan, petani sudah mendapat pupuk subsidi namun kendalanya karena tidak memiliki modal terpaksa hutang ke tengkulak. "Ini yang harus diberantas, Pemerintah harus memutus mata rantai penyaluran pupuk subsidi tanpa melalui tengkulak. Dan kita dari Partai Gerindra akan berjuang maksimal agar petani dapat membeli pupuk subsidi serta obat - obatan, bisa jadi dengan cara bantuan lunak atau dana bergilir." urai Pandiangan.

Terkait dibekukannya KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Daerah Provinsi Sumatera Utara di penghunjung 2016 lalu dengan tegas dinyatakan Pandiangan, dirinya akan mengajak rekan - rekan dari Partai Gerindra untuk kembali mengaktifkannya serta memperjuangkan anggaran yang mencukupi. pungkasnya. (Muhammad amin/Red).

No comments:

Post a Comment