Tragis, Leher Siswi Kelas 6 SDN 1 Nogoraji Dibacok Pemuda - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


28 September 2018

Tragis, Leher Siswi Kelas 6 SDN 1 Nogoraji Dibacok Pemuda

   

KEBUMEN, suarakpk.com - Nasib tragis dialami oleh Juni Setiani (13), seorang siswi kelas 6 SDN 1 Nogoraji Kec.Buayan, Kabupaten Kebumen.  Kejadian yang dialami Juni Setiani merupakan anak ke 4 dari pasangan Jumadi (47) dan Suparmi (37) Warga RT 3 RW 4. Juni menjadi korban kekerasan oleh seorang pemuda berinisial WT alias GR (28), Senin (24/9) sekitar pukul 06.30 WIB.
Kejadian berawal saat Juni berangkat sekolah bersama temannya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Di jalan area persawahan sekitar 300 meter dari sekolah, tiba-tiba Juni dihadang oleh WT yang merupakan warga Desa Banyumudal Buayan. Entah karena persoalan apa tiba-tiba saja, WT melayangkan sabit yang digenggamnya, hingga korban mengalami luka yang cukup serius di bagian leher belakang persis dibawah telinga kanan. Melihat hal tersebut, teman Juni pun lari sambil menangis dan meminta tolong kepada warga. Beruntung warga cepat datang dan melarikan Juni ke rumah sakit.
Ketika suarakpk.com mengkonfirmasi pihak sekolahan terkait dengan kejadian yang dialami siswinya, Kepala Sekolah SDN 1 Nogoraji, Kuatman,S.Pd di ruang kerjanya membenarkan kejadian yang menimpa korban Juni Setiani (13). Dirinya menceritakan kejadian yang menimpa muridnya tersebut.
“ketika korban berangkat sekolah pada hari Senin (24/9) kemarin, sekitar pukul 06.30 WIB, berhubung agak jauh dari rumah dengan sekolah, tiba tiba di tengah jalan area persawahan sekitar 300 meter dari sekolah, tiba-tiba Juni dihadang seorang pemuda WT, asal Desa Banyumudal, Buayan, yang juga tetangga desa, korban lari pulang ke rumah dan melaporkan kepada bapaknya jumadi tetapi orang tua korban Jumadi bilang tidak apa-apa kepada korban.” cerita Kuatman saat ditemui di ruang kerjanya kemarin Rabu (26/9).
Lebih lanjut Kuatman menjelaskan, setelah diberikan rasa aman oleh orang tuanya, korban berangkat lagi bersama adik kelasnya yang masih duduk dibangku kelas 3, setelah sampai di tengah jalan yang sama, korban kembali dihadang pelaku.
“tiba-tiba pemuda muncul dari semak semak pohon bambu, kemudian korban lari dan di kejar pelaku hingga terjatuh, pada saat terjatuh korban dibacok dengan sebilah sabit kemudian pelaku kabur.” tuturnya.
Lebih lanjut, Kuatman mengungkapkan, beruntung ada warga yang mengetahui kejadian tersebut, warga langsung lapor kepada orang tua korban, mendengar kejadian yang menimpa putrinya, sontak orang tua korban, Jumadi langsung lari menuju ke lokasi, mendapati kondisi anaknya yang mengalami luka serius, Jumadi bersama warga membawa korban ke RSU Purbowangi untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.
Sementara, saat suarakpk menghubungi orang tua korban jumadi di RSU Purbowangi, diinformasikan, korban sudah dipindahkan ke ruang Fajarini dan korban sudah sadar dan mau makan. Jumadi mengatakan dirinya tidak menyangka bila pelaku yang biasa dipanggil gareng nekad membacok korban, sedangkan pelaku sudah dianggap seperti keluarga sendiri, sebab pelaku sering nain kerumahnya.
“memang, pelaku pernah menyampaikan niatnya mencintai korban beberapa tahun yang lalu, namun karena korban masih kecil, maka saya tidak mengijinkan.” kata Jumadi.
Akibat bacokkan dengan kedalaman luka 4 cm di bagian kepala kanan bawah, Juni harus dijahit sebanyak 8 jahitan.
Di sisi lain, Kapolsek Buayan AKP Aryo Winarto SH melalui Kanit Reskrim Aiptu Setiono mengaku masih mendalami modus pelaku yang tega membacok korban dibawah umur.
“berkat kerja keras aparat kepolisian Polsek buayan, akhirnya pada hari selasa sore (25/9) sekira pukul 16.00 Wib, pelaku WT ditangkap di rumahnya, di banyumudal.” kata Aiptu Setiono
Kanit Reskrim Polsek Buayan, Aiptu Setiono menjelaskan, setelah mengetahui peristiwa tersebut, jajaran Polsek Buayan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ditemukan sabit yang digunakan pelaku dan sandal jepit yang diduga milik pelaku serta ceceran darah korban. Barang bukti berupa sabit dan sandal kini diamankan di Polsek Buayan.
“Selain itu polisi juga telah meminta keterangan dari empat orang saksi,” jelasnya.
Setelah melukai korban, lanjut Aiptu Setiono, pelaku langsung melarikan diri. (wasino/red)

No comments:

Post a Comment