DPRD Ngotot Agar Gubernur Copot Kadikbud Dan Kadis PU Malut - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


02 August 2018

DPRD Ngotot Agar Gubernur Copot Kadikbud Dan Kadis PU Malut



SOFIFI, suarakpk.com - Buruknya kinerja kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Imran Yakub dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara (Malut) Jafar Ismail, memancing amarah Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi (Deprov) Sahril Tahir. Alhasil, ia langsung mendesak gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk mencopot Imran dan Jafar dari jabatannya.

Politikus Gerindra Malut ini dihadapan gubernur AGK dan wakil gubernur Malut M Natsir Thaib diagenda paripurna di Deprov, Selasa (31/7) menegaskan, selama Diknas Malut dibawah pimpinan Imran Yakub banyak persoalan yang mencuat. Diantaranya, masalah penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA sederajat yang bermasalah dan proyek infrastruktur yang terkesan asal-asalan. Karena itu, sudah sepatutnya dicopot dan digantikan dengan orang yang lebih berkompeten. "Sudah saatnya pak gubernur tegas untuk evaluasi Kadiknas Malut,"tegas Sahril.

Selain itu, lanjutnya, DPRD ngotot Imran dilengserkan dari kursi Kadiknasbud Malut karena tidak menghargai institusi wakil rakyat. Dimana setiap kali Komisi III meminta rapat tidak pernah hadir dengan alasan yang tidak jelas."Pak kadis ini tidak bisa kerjasama dengan DPRD dalam rangka DPRD mengevaluasi kinerja. Contohnya disaat kita minta rapat Imran tidak hadir,"akunya dalam kesempatan paripurna penyampaian jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi di Deprov terhadap ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan tahun anggaran 2017.

Sementara itu Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) saat dikonfirmasi menegaskan, dirinya siap mengevaluasi semua pimpinan SKPD yang dinilai berkinerja buruk. "Kalau betul Imran berkinerja buruk maka resikonya harus digantikan dengan orang lain,"tegasnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku masih akan melakukan evaluasi internal. Jika benar desakan DPRD tersebut, maka sebagai kepala daerah siap mencopot Imran."Kalau kerja sudah tidak bagus siap diganti. Jadi bukan hanya Imran, Sekda juga kalau tidak transparan dalam kerja maka bisa dievaluasi juga,"tandasnya.(rd).

No comments:

Post a Comment