Anggarkan Rp 16 Miliar, 7 Paket Proyek Ini Belum Dikerjakan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


21 August 2018

Anggarkan Rp 16 Miliar, 7 Paket Proyek Ini Belum Dikerjakan


SOFIFI, suarakpk.com – Setidaknya Rp 16,070 miliar anggaran yang dikucurkan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui APBD tahun anggaran 2018 yang diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Provinsi Malut belum juga terealisasi. Buktinya memasuki triwulan ke III tahun 2018 ini, infrastruktur jalan dan jembatan yang akan dibangun dibeberapa titik tersebut belum juga dikerjakan.

Anggota DPRD Malut, Mansur Sangadji kepada wartawan kemarin membeberkan, sedikitnya 7 (Tujuh) paket kegiatan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kepulauan dan Sula sampai saat ini tak kunjung dikerjakan. Padahal sesuai target jadwal perhitungan realisasi persemester maupun akhir tahun, mestinya 7 kegiatan tersebut sudah harus dikerjakan.

“Itu mestinya sudah harus dilaksanakan oleh Pemda melalui Dinas terkait dan ULP, namun sampai hari ini belum juga dikerjakan, bahkan triwulan ke II ini sudah berakhir,” ungkap politisi partai Gerindra itu.

Adapun 7 kegiatan untuk pembangunan jalan dan jembatan di dua Kabupaten ini antara lain,proyek pembangunan jalan lintas Bobong-Tikong yang dianggarkan sebesar Rp 9 miliar, proyek jalan penyeberangan desaTabona-Jorjoga sebesar Rp 2,8 miliar, ditambah proyek jalan tani didesa Bohe sebesar Rp 1,8 miliar, dan proyek pembangunan jembatan darat di Bajo sebesar Rp 800 juta,serta proyek pembangunan jembatan darat didesa Mangoli Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepsul sebesar Rp 800 juta. Sementara dua kegiatan proyek yang belum juga dikerjakan yaitu, proyek pembangunan jembatan Waitamela II yang dialokasikan sebesar Rp700 juta dan proyek pembuatan pagar SMK Negeri Malbufa Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepsul yang dialokasikan sebesar Rp 170 juta.

Ironisnya, untuk kegiatan proyek pembuatan pagar SMK Negeri Malbufa Kecamatan Sanana Utara menurut pengakuan Mansur, sesuai penetapan APBD 2018, alokasi anggaran untuk proyek tersebut semula dianggarkan sebesar Rp200 juta, namun belakangan diketahui dipangkas sebesar Rp 30 juta sehingga tersisa sebesar Rp 170 juta saja.

”Pembuatan pagar sekolah itu dianggarkan sebesar Rp 200 juta dan telah terakomodir dalam APBD, namun dipangkas hingga tersisa Rp 170 juta, itu belum lagi sampai sekarang pagarnya pun belum dikerjakan, bahkan kepala sekolahnya bolak balik Sanana ke Ternate hanya untuk menanyakan ke Dinas, tetapi hanya dijanjikan sampai saat ini, saya sendiri juga pernah menanyakan ke Kepala Dinasnya tetapi dijanjikan terus,”bebernya.(rd).

No comments:

Post a Comment