Aksi Solidaritas Mahasiswa Raja Ampat Meminta Status Pembangunan Kantor DPRD di Perjelaskan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


07 August 2018

Aksi Solidaritas Mahasiswa Raja Ampat Meminta Status Pembangunan Kantor DPRD di Perjelaskan


WAISAI, suarakpk.com - Aksi Mahasiswa Raja Ampat yang bergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Raja Ampat,(SOMARA) kemarin senin, (6/8) mendatangi kantor Kantor DPRD Raja ampat Papua Barat.

Masa yang  berjumlah belasan orang menuntut DPRD Raja Ampat Segera mengevaluasi kembali Pembangunan Asrama Mahasiswa Raja Ampat di berbagai Kota Study dan juga menuntut DPRD segera perjelas Beasiswa Mahasiswa Raja Ampat.

Aksi yang berlangsung kurang lebih pukul 09.15 - 14.00 WIT di depan kantor DPRD Raja Ampat cukup tenang, Antara mahasiswa dan aparat keamanan hanya terjadi saling mendorong skala kecil.

Sempat salah satu anggota polisi meminta mahasiswa berhenti menyuarakkan Aspirasinya di depan Kantor DPRD. Namun mahasiswa tak menghiraukan, mereka tetap meneriakkan rasa kepeduliannya terhadap Pembangunan di Raja Ampat, Aksi Somara menahan diri di Depan kantor DPRD hingga akhirnya empat Anggota DPRD menemui para Mahasiswa, tetapi dari ke empat DPRD tidak penyampaian apapun kepada mahasiswa.
Selain itu, para Mahasiswa juga menuntut DPRD segera Membangun Kantor DPRD yang dinilai lambat.
"sudah berapa kali sidang menghabiskan anggarannya dan sudah berapa kali pematangan Pembangunan Kantor DPRD sampai sejauh ini, namun pembangunan Kantor DPRD Raja Ampat tidak pernah jelas." kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Sementara, Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa, Jack Mambrasar dalam orasinya meminta status pembangunan Kantor DPRD di perjelaskan.
"mengingat Anggaran pembangunannya sudah pernah bahas agar segera direalisasikakan, namun hingga detik ini tidak ada kantor DPRD Raja Ampat  Yang jelas sepanjang masa." kata Jack mambrasar.
Pantauan di lapangan, Aksi somara juga menuntut DPRD untuk segera membentuk Pansus terkait konflik dari Oknum Anggota DPRD Bagian Kehormatan Dewan dan Anggota  (BKD) yang dinilai telah mencoreng nama baik Lembaga Terhormat ini. (derek/red)

No comments:

Post a Comment