RSUD Muna Kembali Jadi Sorotan Masyarakat Muna - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


06 July 2018

RSUD Muna Kembali Jadi Sorotan Masyarakat Muna

Ketgam : Umar Sain Sidiq pasien yang menderita sesak napas. Foto : Randy Yaddi.

MUNA, suarakpk.com- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, salah seorang warga kembali mengeluh karena merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan pihak RSUD Muna.

Adalah Umar Sain Sidiq (25) warga Tampo, Kecamatan Napabalano, Muna, merupakan pasien yang kurang mendapat perhatian khusus saat dirawat di RSUD Muna. Istri pasien, Anti (25) mengungkapkan, suaminya diketahui  menderita sesak napas sejak berada di tempat kerjanya di tambang Morowali. Sempat dikabarkan membaik, tapi penyakit itu kambuh lagi hingga ia pulang di Raha untuk berobat sekaligus bertemu dengan keluarganya.

Namun, saat Anti dan keluarga membawa Umar berobat ke RSUD Muna, mereka malah mendapatkan perlakuan yang tidak profesional.

"Kita tiba jam setengah sebelas (Rabu, 4 Juli 2018, 20.30 Wita) di UGD (Unit Gawat Darurat), pas kita mau pesan kamar, katanya fol semua. Tapi anehnya ada pasien umum yang masuk setelah kita malah dapat kamar. Kenapa bisa begini?," keluhnya saat ditemui di RSUD Muna, Kamis (05/07/18).

Kata Anti, mereka harus menunggu selama beberapa jam di UGD hingga bermalam untuk mendapat kamar. Hingga pada pukul 12.00 (Kamis, 5 Juli 2018) mereka di bawa ke salah satu kamar inap yang ada di RSUD.

Akan tetapi setibanya di kamar rawat, perlakuan buruk manajemen RSUD kembali terjadi. Dokter memeriksa pasien pada pukul 13.00 Wita tapi tidak ada penanganan serius atas penyakit Umar malah Umar diarahkan untuk dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas Kendari.

"Dokter dia hanya datang periksa waktu jam 1, kemudian dia lakukan pengambilan darah jam 5 dan sekitar jam 10 malam tapi hasil lebnya hingga saat ini tidak keluar-keluar dan tiba-tiba sekarang harus dirujuk, kenapa tidak dari tadi siang," terangnya.
Merasa diacuhkan selama berjam-jam

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, menanggapi keluhan tersebut Dokter Wahid menjelaskan bahwa pihaknya saat ini kekurangan tenaga dokter.

"Jangan salahkan kami pribadi, ini urusan manajemen Rumah Sakit karena kekurangan dokter," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, hasil leb pasien memang belum keluar dan akhirnya Umar dianjurkan untuk dirujuk.

"Kalau sudah keluar hasil lebnya, baru kita lakukan penanganan, supaya kita tau jelas penanganan apa yang harus dilakukan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Umsr bersama keluarga masuk di RSUD Muna (UGD) pada Rabu 4 Juli 2018 sekira pukul 22.30, kemudian keesokan harinya (Kamis, 05 Juli 2018)  diantar ke kamar rawat. Pasien dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari sekira pukul 22.00. Namun, saat diperjalanan Umar dikabarkan meninggal dunia. Umar pun dipulangkan kembali di Raha. (Randy Yaddi).

No comments:

Post a Comment