Gubernur Jateng : TMMD Mengurai Persoalan, Mencari Solusi dan Menyejahterakan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


11 July 2018

Gubernur Jateng : TMMD Mengurai Persoalan, Mencari Solusi dan Menyejahterakan


WONOGIRI, suarakpk.com - Bupati Wonogiri Joko Sutopo secara resmi membuka TMMD Reguler ke-102 tahun 2018 di wilayah Kodim 0728/Wonogiri. Pada upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan Desa Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri, kemarin Selasa  (10/07/18), Bupati yang juga selaku Irup secara simbolis menyerahkan peralatan kerja secara simolis kepada perwakilan peserta TMMD.

Pada upacara pembukaan TMMD Reguler ke-102 Tahun 2018, terdiri dari, 1 RU Korsik Rem 074/Warastratama, 1 SSK Kodim 0728/Wng, 1 SST Yonif R 408/Sbh, 1 SSR TNI AU Adi Sumarmo Surakarta dan 1 SSR Yon Zipur 4/TK, 1 SST Polres Wonogiri, 1 SST Satpol PP dan 1 SST Damkar, 1 SST Dishub, 1 SST BPBD dan 1 SST Senkom Mitra Polri, 1 SST Banser NU, 1 SST Purna Paskibraka, 1 SST Satgas MTA dan 1 SST Kokam Muhammadiyah, 1 SST Satgas LDII, 1 SST SH Teratai dan 1 SST SH Winongo, 1 SST Linmas, 1 SST Aparat Pemerintah Desa dan 1 SST Karang Taruna, serta SSR Pramuka .

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH.,M.IP. melalui sambutannya yang dibacakan Irup, Bupati Wonogiri mengatakan, membahagiakan, hari ini kita dapat berdiri disini untuk satu semangat dan aksi demi Ibu Pertiwi dan demi masyarakat yang sejahtera berdikari dalam satu wadah NKRI.

Melalui TMMD, mari kita bersama-sama menguraikan benang kusut persoalan dengan solusi tepat dan menyejahterakan. TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya semangat gotong-royong membangun bangsa, semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, sumbangan materi dan kebendaan, dan lain-lain.

“Saya selalu merasa senang atas kegiatan-kegiatan yang berbasis kegotong royongan untuk kemaslahatan, sebagaimana TMMD. Membangun jalan dan jembatan bebarengan. Sudah banyak yang temoto dan sangat membantu aksesibilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial, dan aktivitas lainnya. Kemudian memugar RTLH, membangun jambanisasi, ataupun sanitasi. Sangat baik untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sehat”, ujar orang nomor satu di Jateng.

Belum lagi upaya-upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. Ini luar biasa di tengah upaya kita mengatasi persoalan kemiskinan Jawa Tengah yang angkanya masih cukup tinggi yaitu 12,23% pada tahun 2017. Tidak ketinggalan upayanya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang nasionalisme, tentang ancaman terorisme dan radikalisme, serta bahaya narkoba, khususnya para pemuda generasi penerus bangsa. Para pemuda dan anak-anak bangsa harus terus dibangun karakternya, tidak individualis, hedonis dan apatis, tetapi menjadi generasi yang mempunyai karakter milenial yang baik, toleran, berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan serta selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran.

“Generasi muda yang akrab dengan teknologi komunikasi dan informasi ini harus dijauhkan dari hoax, hatte speech, bully serta dibentengi dengan nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan dan agama. Ini sangat penting dan strategis di tengah berbagai persoalan kebangsaan kita dewasa ini”, pinta Gubernur.

Jadi, TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa. Tapi, dalam TMMD juga membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

Kita ingin rakyat makin sejahtera dan mandiri. Kita juga ingin rakyat punya daya tangkal dan daya cegah terhadap berbagai hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa. Begitu pun kalau rakyat ditanya, tentu mereka juga menginginkan kehidupan yang sejahtera.

Pada akhirnya Gubernur mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama menyengkuyung bareng-bareng program pembangunan yang mensejahterakan masyarakat desa. bangun desa tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya Desane maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakate komplet, SDM-nya makin berkualitas, mandiri, punya spiritualitas tinggi, kreatif dan inovatif serta berkarakter kebangsaan yang kuat. Dan lestari kebudayaannya.

Pada upacara pembukaan TMMD di Wonogiri ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari Gambyong Pangkur yang dibawakan lima penari dari Karangtaruna “SIKA WIJAYA”, dan penampilan senam nusantara yang dibawakan dengan penuh semangat oleh anak-anak TK Dharma Wanita binaan Kepala Sekolah Kartini. S.Pd. serta alunan merdu dari adik Eno Seliparta dan Ardiasta Setyo Nugroho.

Adapun sasaran TMMD Reguler ke-102 Kodim 0728/Wonogiri yang bertemakan “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milinial " diantaranya  pembuatan Rabat/Cor jalan sepanjang 2570 meter, pembangunan talud jalan, pembuatan gorong-gorong, Rehab RTLH, Rehab PAUD dan jambanisasi.

Selain fisik, TMMD juga menyasar ke non fisik berupa penyuluhan, pelatihan, pameran, pelayanan gratis dan bantuan Sosial yang dilaksanakan oleh Dinas/Instansi Pemkab Wonogiri Antara lain ( BPBD, Distan, Disdukcapil, PPKBP3A, DKK, RSUD, Dinas Arsip, Disperindag, Dispora, Peternakan, Disnaker, Kesbangpolimas, Kominfo, Dis LH, BPMPP, Kejari, PMD, Polres dan Kodim 0728/Wonogiri. (Ricky/red-pendam)

No comments:

Post a Comment