Pekerjaan Proyek Pengaman Pantai Raha Dinilai Asal-Asalan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


01 June 2018

Pekerjaan Proyek Pengaman Pantai Raha Dinilai Asal-Asalan



MUNA, suarakpk.com- Ada ada saja yang dilakukan para kontraktor di Sulawesi Tenggara (Sultra).  Demi untuk merauk keuntungan yang besar dari hasil pekerjaannya sehingga harus banyak mengorbankan yang lain.

Seperti pekerjaan proyek pengamanan pantai di Lagasa Kabupaten Muna.  Pekerjaan yang nilai kontrak sebanyak Rp 2.139.000.000 ini ditengarai kerja asal asalan alias tidak profesionalisme.  Sehingga badan jalan jalur dua harus digunakan untuk menampung material.

Parahnya lagi, pekerja yang tinggal dan makan di area lokasi pekerjaan proyek tersebut, memasak dan makannya juga di basecamp. 

"Yang menjadi pertanyaan adalah limbahnya dibuang kemana kalau bukan ke laut. Kemudian kotoran manusianya, tinja dan sebagainya juga di buang di laut. Kenapa tidak dibuatkan septic tank. Karena tangki septictank tersebut berfungsi untuk mencegah timbulnya penyakit," ungkap Ading salah seorang warga kota Raha.

Kata dia, seharusnya badan lingkungan hidup harus melihat ini secara jelih.  Karena ini sudah bicara masalah kesehatan. Karena itu sudah seharusnya pemerintah turun tangan dan menindak tegas kontraktor tersebut

Proyek anggaran tahun 2018 dari APBN tersebut adalah ditengarai dikerjakan oleh kontraktor dari luar dengan waktu pelaksanaan proyek itu 180 hari kalender. 

"Ayo kawan kawan mari kita saling mengawasi.  Apalagi dibawa pekerjaan proyek tersebut masih banyak rumah rumah penduduk.  Kapan lagi kita harus bertindak kalau bukan saat ini," harapnya.

Salah seorang pekerja proyek saat dimintai komentarnya tidak tau menahu. "Maaf pak saya hanya bekerja," tuturnya.

Ketua HMI Muna,  Jufri sangat mengutuk keras atas tindakan sewenang wenang yang telah dilakukan oleh kontraktor pekerja proyek pengamanan pantai Lagasa. "Kalau pemerintah tidak sikapi ini, kami akan turun lapangan untuk adakan aksi.  Apalagi masalah ini menyangkut hidup orang banyak.  Selain ketergangguan jalan juga soal kesehatan dari pembuangan limbah para pekerja. Jadi tolong bupati atau dinas terkait sikapi ini," pintah Jufri. (Randy Yaddi).

No comments:

Post a Comment