Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Di Bianci, Kabupaten Raja Ampat - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


26 June 2018

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Di Bianci, Kabupaten Raja Ampat



RAJA AMPAT, suarakpk.com - Mencuatnya dugaan adanya pencairan Dana Desa di Kampung Bianci Kab.Raja Ampat Tahun Anggaran 2017 di cairkan dengan dokumen palsu oleh Kepala Kampung Bianci Ade Falasimo. Pasalnya berita acara pencairan yanng diajukan untuk pencairan Dana desa Tahap ke-I 2018 diduga direkayasa tanpa musyawarah kampung (Muskamp).
Warga Kampung Bianci Distrik Waigeo Barat Daratan, Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat menilai selama ini kepala kampung mencairkan alokasi dana desa tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Sehingga mulai Tahun 2017-2018 dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai karena tidak pernah lakukan musyawarah kampung.
Di katakan Saruddin Binwasef kepada suarakpk.com melaui selulernya kemarin (21/6), dengan sesuai laporan salah satu warga yang selama ini mengikuti pemantauan penggunaan dana desa di  kampung yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme yang ada mulai dari UU desa dan intruksi kemendes.
Dirinya mengaku sangat kecewa dengan kepala kampung dan bendahara kampung, sebab dana desa khususnya di kampung bianci diduga juga ada oknum PNS yang turut terlibat dalam proses dokumen palsu tersebut.
“Anehnya lagi ada oknum PNS, Atas nama IO dan sekertaris kampung SD  yang notabanenya adalah PNS aktif  juga dalam penggunaan dana desa yang seharusnya dikelola masyarakat kampung.” Terang Saruddin.
Dijelaskannya bahwa bendahara kampung harus diselidiki dan ditindak tegas secara hukum, sebab diduga telah menggunakan dana desa untuk keperluan pribadi yang jumlah sangat besar dan mengorbangkan masyarakat kampung bianci.
“saya berharap dengan adanya Berita ini, oknum kepala kampung dan Bendahara ditindak tegas, dan harapanya ada petugas pengaudit segera turun ke kampung  bianci untuk melakukan investigasi terkait dana desa yang selama ini digunakan tidak sesuai aturan dan hasil muskamp.”pungkasnya. (derek/red)

No comments:

Post a Comment