Presiden Jokowi : Upah Penyuluh Agama non-PNS Agar Ditingkatkan 2 Kali Lipat - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


14 April 2018

Presiden Jokowi : Upah Penyuluh Agama non-PNS Agar Ditingkatkan 2 Kali Lipat


SEMARANG, suarakpk.com - Silaturahmi Penyuluh Agama se-Provinsi Jawa Tengah pagi tadi, Senin (14/4) di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang dihadiri 5.711 penyuluh agama dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah. Selain penyuluh, acara silaturahmi juga dihadiri oleh Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. 
Selain Presiden dan Menteri, nampak juga hadir Ketua MUI, KH Maruf Amin beserta plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, juga terlihat di deretan tamu Ketum PPP Romahurmuzy.

Dalam sambutan Presiden Jokowi diawali dengan menyingung soal upah penyuluh agama non-PNS itu diberikan di akhir sambutannya. Presiden mengaku baru tahu soal upah penyuluh agama non-PNS dari Menag dan akan berusaha menaikkannya.

Presiden Joko Widodo berjanji mengusahakan upah penyuluh agama non-PNS agar ditingkatkan 2 kali lipat. Namun hal itu harus menunggu maksimal tahun 2019.

"Saya tahu bahwa dari 81 ribu penyuluh agama (di Indonesia) yang 45 ribu kan masih non-PNS, honornya tahu. Saya akan berusaha kalau bisa Insyaallah tahun ini kalau tidak bisa maksimal tahun depan," kata Jokowi diikuti tepuk tangan peserta, Sabtu (14/4/2018).
Presiden menjelaskan, usaha menaikkan honor itu tidak bisa cepat terwujud karena harus melalui persetujuan DPR. Namun Jokowi berharap dengan optimis bahwa DPR akan menyetujuinya.

"Saya berusaha agar honornya dua kali lipat. Harusnya DPR bisa menyetujui," kata Jokowi.

Menurut Jokowi penting, pasalnya selama ini penyuluh agama sudah menjaga kerukunan serta memperkokoh NKRI melalui penyuluhan.

"Yang dilakukan saudara-saudara luar biasa, melakukan pengorbanan, menjaga kerukunan. Dan komitmen memperkokoh NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika," tandasnya.

Presiden juga mengatakan agama dan negara harus dapat berjalan beriringan dan saling memperkukuh, bukan untuk saling dipertentangkan.

"Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan dan agama memberikan panduan ilahiah bagi masyarakat dalam berperilaku dan bermasyarakat," kata Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta Aparat pemerintah dan para pemuka agama, harus selalu bekerja sama untuk membangun Indonesia yang kokoh. Selain itu, pemuka agama dan aparatur pemerintah diminta terus mengajarkan sikap toleransi dan saling pengertian, serta bersinergi dan bekerja sama kepada seluruh umat.

"Bekerja sama untuk meningkatkan saling pengertian antar-agama, antar-etnis dan antar-status sosial," ujar Presiden.

Diakhir sambutannya, Presiden Jokowi berpesan agar penyuluh agama menjadi teladan berbudi pekerti bagi masyarakat.

"Pikiran positif akan memancarkan aura semangat untuk seluruh umat kita," kata Presiden Jokowi.

Penyuluh agama, menurut Presiden, sangat penting untuk menghadirkan agama yang tentu saja ramah untuk umat maupun kehidupan antarumat beragama.
Selain itu, penyuluh agama juga merupakan sebagai pemandu umat yang harus dapat menumbuhkan motivasi, harapan dan optimisme, bukan pembimbing yang menakut-nakuti dan menumbuhkan pesimisme.

Sementara itu salah satu peserta penyuluh agama, mengaku jika dirinya sejak 2004 atau ketika masih kuliah UIN Walisongo sudah menjadi penyuluh non-PNS dengan upah mulai dari Rp.200 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan yang dibayarkan 3 bulan sekali.

Dia mengungkapkan jika selama ini kegiatan yang dilakukan yaitu mengirim surat ke Kecamatan, dan kalau ada agenda kegiatan di Kecamatan, maka penyuluh akan masuk ke sana. 
"Memang bukan pekerjaan utama saya, dalam prakteknya melakukan penyuluhan membutuhkan transportasi," ujarnya.

Presiden Jokowi melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kota Semarang usai melawat Kota Jayapura dan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua pada 11--13 April 2018.
Di Papua, Presiden Jokowi meninjau pembangunan jembatan Holtekam, bertemu masyarakat di Pasar Mama-mama, dan meninjau pembangunan infrastruktur serta pemulihan kasus campak dan gizi buruk di pelosok Kabupaten Asmat. (001/002/red)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad