Gonjang Ganjing Paguyuban Kades Kendal, Ini Alasannya - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


08 March 2018

Gonjang Ganjing Paguyuban Kades Kendal, Ini Alasannya


KENDAL, suarakpk.com - Paguyuban Kepala Desa (Kades) Bahurekso Kabupaten Kendal akhir-akhir ini dikabarkan terjadi prahara, seperti sedang ada perang baratayuda jayabinangun sehingga membuat bumi Kendal seolah menjadi gonjang ganjing akibat kekisruhan dalam tubuh organisasi tersebut mengalami dualisme kepemimpinan.
Gonjang ganjingnya Paguyuban Kades Bahurekso terjadi, diduga diawali setelah adanya pengunduran diri ketua sebelumnya, Bambang Utoro pada 5 Pebruari 2018 kemarin, pengunduran diri Bambang disampaikan melalui surat pernyataan dirinya sebagai Ketua Paguyuban Kades Bahurekso Kendal. Sementara Bambang semestinya masih menjabat sebagai ketua paguyuban hingga kurang lebih satu setengah tahun ke depan, atau selesai di tahun 2020.

Diperoleh informasi dari salah satu pengurus Paguyuban Kepala Desa Bahurekso yang enggan disebutkan jatidirinya, bahwa pengunduran diri Bambang sebagai ketua paguyuban tersebut langsung mendapat respon dari pengurus dan anggota lainnya, respon tersebut dibuktikan dengan adanya pertemuan rapat oleh pengurus dan anggota yang merupakan para Kepala Desa se Kabupaten Kendal. Rapat yang diadakan di Curug Sewu kemarin selasa (6/3) dihadiri oleh semua Kepala Desa. Menurut sumber bahwa para Kades dan pengurus Paguyuban bersepakat menerima pengunduran diri Bambang Utoro dan akan segera diadakan rapat berikutnya, selain membahas surat pengunduran diri Bambang, para Kades juga menyatakan siap mengawal proses PTUN dan menindaklanjuti Perbup No.51 yang akan datang.
Selain itu, dirinya menjelaskan, jika sebelumnya, pada hari senin (15/2) yang lalu, Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Bahurekso, H.Suwardi bersama pengurus lainnya rapat di Kali Pluru.
“Dalam rapat itu menyepakati dua hal yang dianggap penting, diantaranya, 1.Pengesahan Sisa pengurus yang ada oleh forum. 2.Pengangkatan dan pengesahan Pelaksana Tugas (PLT)  Ketua kepada H.Suwardi oleh forum dan Bendahara Hj.Sri Purwati untuk mengawal sampai menuju Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)” jelasnya.
Sementara menurut Devisi Dapil II Pahuyuban Kades Bahurekso Kendal, Agus Mumpuni, mengatakan, kalau rapat berikutnya diadakan pada hari Rabu (24/2) di Tampingan, dalam rapat tersebut diputuskan tentang tata tertib MUSLUB (MLB), sehingga pada hari berikutnya, Kamis (25/2) Paguyuban Kades Bahurekso dibawah kepemimpinan PLT.Ketua, Suwardi mengeluarkan ada surat edaran no.003/PKDBH/2018 tentang opsi jejak pendapat pemilihan, dalam surat edaran tersebut juga diberikan dua opsi proses pemilihan ketua baru, diantaranya, opsi pertama pemilihan ketua paguyuban dilakukan oleh pengurus kecamatan (ketua, sekretaris dan bendahara), sedang opsi kedua pemilihan ketua dilakukan oleh semua Kades Se Kabupaten Kendal secara langsung umum bebas dan rahasia (LUBER).
Namun melalui dua opsi tersebut, lanjut Agus Mumpuni, di WhatsApp ramai muncul pendapat, hampir semua Kades setuju diadakan MLB, dengan mekanisme opsi kedua, yakni pemilihan secara langsung oleh semua Kades.
“alasan kawan-kawan Kades, bahwa semua Kades punya hak suara dalam rapat akbar MLB.” katanya.
Ditambahkan Agus, bahwa dalam Grup WhatsApp para Kades bersepakat jika para Kades menghendaki adanya pemilihan secara langsung dan menolak secara perwakilan.
“alasan para Kades memilih untuk dilakukan pemilihan secara langsung diantaranya, 1.selama 4 tahun aspirasi kades tidak pernah tersalurkan. 2.Menilai Ketua Umum Paguyuban Kades Bahurekso Kendal gagal dalam membawa organisasi selama ini dengan bukti yaitu gagalnya dalam utusan partisipasi penggodokan atas Perbup.51 yang tidak berpihak pada Pemerintahan Desa, sehingga berakibat carut marutnya tata cara pemilihan perangkat desa seKab. Kendal tiga bulan yang lalu. 3.Tidak bertanggung jawab karena tidak kondusif di tubuh paguyuban kades dan terkesan bersembunyi setelah adanya gagasan masalah PTUN.” ungkapnya.

Pantauan di lapangan kekisruhan semakin meruncing ketika ada dua kubu menyelenggarakan MLB hal tersebut terlihat dengan ada dua tempat dan dua waktu yang berbeda.
Dikabarkan Kubu pertama telah melakukan MLB pada hari Kamis (1/3) bertempat di Tirto Arum Kendal, dalam MLB tersebut menggunakan sistem perwakilan dan memilih Didik Setya Pribadi sebagai ketua untuk menggantikan dan meneruskan kepemimpinan Bambang.
Dihari yang berbeda Senin (5/3) kubu kedua juga mengadakan rapat akbar MLB di RM.Salsabil Karangtengah, Kaliwungu dengan menggunakan sistem pemilihan secara langsung oleh semua Kades se Kab.Kendal, menghasilkan H.Suwardi sebagai Ketua, setelah dirinya mendapatkan suara terbanyak dari peserta MLB, dan dalam kubu kedua tersebut Suwardi dinyatakan sebagai Ketua Paguyuban Kades Bahurekso Kendal. 
Hingga pada akhirnya, diduga masing masing kubu memproklamerkan Didik Setya Pribadi dan Suwardi sebagai Ketua Paguyuban Bahurekso Kendal.
Saat dikonfirmasi di Balai Desa Rejosari, Brangsong, Didik Setya Pribadi mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan fahaman, dirinya mengajak seluruh kepala desa untuk bersama berembug. 
"Marilah para elit desa untuk rembugan, satukan visi misi kita, demi guyup rukun kita komunikasikan dan musyawarah, kita menjadi pemimpin tidak minta tapi diminta," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa keretakan dalam organisasi itu suatu hal yang lumprah dan biasa, semua harus diudari, diurai untuk mencari kebenaran dengan syarat masing – masing.

“semua harus lilo legowo, bukan ego yang ditunjukkan, tapi kerelaan hati yang ikhlas demi keuntuhan Paguyuban Kades Bahurekso Kendal yang kita cintai.” pungkas Didik. (002/RED)

No comments:

Post a Comment