Penjual BBM Enceran Mengeluh Di Grong-Grong - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


11 March 2018

Penjual BBM Enceran Mengeluh Di Grong-Grong

Sebuah Pertamini  dalam kondisi kosong milik Tgk. Muhammad. (Photo/Nazar).

PIDIE, suarakpk.com - Seorang penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) enceran di Jln grong-grong-reubee yang mempunyai surat rekom dari Dinas Perindistrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Pidie mengeluh lantaran tidak mendapat bagiannya saat membeli minyak di  SPBU Pulo Pisang, Pidie beberapa hari yang telah lalu.

"Padahal saya sudah mempunyai surat rekom dari Dinas terkait tapi malah tidak dapat bagian. Sementara yang tidak mempunyai surat dari Disperindakop dapat bagiannya," Kata Tgk Muhammad kepada suarakpk.com, Sabtu (10/3/2018).

Saat Dijumpai suarakpk.com Tgk Muhammad  juga memperlihatkan surat rekom yang terbitkan dan Ditanda tangani langsung oleh Kadis Disperindakop Pidie Mansur, SE.

Namun sayangnya rekom yang dikeluarkan oleh orang nomor satu di Dinas tersebut yang seharusnya untuk memudahkan pedagang BBM enceran pada saat membeli BBM di SPBU malah pihak SPBU Pulo pisang diduga tidak mengindahkan kehadiran si pembeli BBM yang berjalan sesuai prosedur seperti diharapkan Dinas terkait.

"Seharus pihak SPBU melayani pihaknya terlebih dahulu, tapi malah sebaliknya yang terjadi, Saya kecewa terhadap pelayanan petugas SPBU Pulo Pisang tersebut," sebutnya.

Tgk Muhammad menyebutkan bahwa pengakuan itu benar terjadi. Ia tidak di indahkan oleh petugas SPBU  pada saat membeli BBM sejenis Bensin lalu menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Disperindakop Pidie.

"Saya mengatakan dengan jujur  bukan fitnah jika saya dipanggil untuk membuktikannya saya sudah siap memberi keterangan," katanya.

Kadis Disperindakop Pidie Mansur, SE saat dikonfirmasi wartawan ia menjelaskan bahwa surat rekom tersebut merupakan syarat utama bagi penjual minyak enceran saat ingin membeli BBM di SPBU. “Jika tidak ada, maka pihak SPBU ada hak untuk menolaknya.

Tgk. Muhammad menambahkan bahkan pihaknya sudah berapa kali mencoba hadir di tengah malam seperti jadwal yang telah ditentukan pihak SPBU namun nyatanya sampai hari ini  dangangannya masih dalam kondisi kosong” katanya.

"Saya mohon kepada pemerintah setempat untuk menegur pihak SPBU tersebut agar berjalan diatas aturan yang ada. Dan saya selaku pedagang BBM enceran memohon nasib selalu terjaga.

Pantauan suarakpk.com hingga berita ini di unggah Pertamini Tgk. Muhammad sampai hari ini masih dalam kondisi kosong meskipun sudah berapa kali bolak-balik atas jadwal yang telah ditentukan pihak SPBU hingga tengah malam.

"Sekali lagi saya selaku yang yang mengkantongi surat rekomendasi dari Dinas terkait tidak mendapat bagian. Dan semoga nasib pedagang kecil lainnya tidak mendapatkan perlakuan setimpal," Terangnya. (Nazar)

No comments:

Post a Comment