LSM GRIPPE Laporkan Kelompok Tani Kekajari - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


29 March 2018

LSM GRIPPE Laporkan Kelompok Tani Kekajari


BATU BARA, suarakpk.com - Pengadaan bibit padi unggul yang dilakukan oleh Kelompok Tani Mulia Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara terindikasi bermasalah. Pasalnya, kelompok tani tersebut tidak memiliki penangkaran benih bibit padi, dimana bibit padi tersebut diduga palsu, terkait hal itu, LSM GRIPPE melaporkan kelompok tani mulia ke Kajari Batu Bara dengan Nomor. 05/LSM.G/SU/III/2018.

Hal Tersebut diutarakan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Peduli Pemberdayaan Petani Dan Pertanian(LSM GRIPPE) Kabupaten Batu Bara A.Hutabarat melalui Direktur Eksekutif M.Silaban, Kamis(29/3) di lima Puluh.

Menurut dia, bahwa kelompok tani mulia tidak pernah membuat suatu penangkaran benih padi dan menurut dari penjualan yang dilakukan Kelompak tani mulia kepada PT.Sang Hyang Seri(Persero) mencapai sebanyak 350 ton, dimana jika dihitung dari produksi rata-rata per Ha dapat menghasilkan 6 ton dengan luas lahan penangkar benih lebih kurang 50 Ha dan harga yang dijual ke PT Sang Hyang Seri(Persero) Rp.8500 per Kg. "sesuai kah dengan harga pembelian pemerintah(HPP)"? Paparnya

Lanjutnya, setelah pihak Kajari disurati, kiranya dapat melakukan gelar perkara agar terbuka dan jelas. "namanya bantuan dari pemerintahan harus benar-benar murni" tutur A.Hutabarat.

Selain dari itu, A.Hutabarat melalui M.Silaban berharap agar pihak Kejari Batu Bara dapat memeriksa petugas Balai Penelitian Sertifikasi Benih(BPSB) dan juga Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sei Balai sesuai dengan fungsi dan tugas yang dimilikinya, " Diduga bahwa benih edar(label biru) yang diproduksi oleh ketua kelompok tani mulia bekerjasama dengan PT Sang Hyang Seri(Persero) untuk meraih untung yang besar, tanpa mempertimbangkan efek samping atau kerugian dari petani" jelasnya A.Hutabarat.

Ditambahkannya, pada tanggal 18 Januari 2018, Tim Investigasi LSM GRIPPE berkunjung kerumah ketua kelompak tani mulia "SLT", melihat padi yang lagi dijemur oleh beberapa pekerja yang diperkirakan berkisar 10 ton diduga untuk dijadikan benih edar, padahal di desa sei balai pengelolaan  pertanaman padi masih semai, menjadi suatu pertanyaan darimana padi dibeli untuk dijadikan benih padi edar(label biru). ungkapnya A.Hutabarat. (Red403)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad