BEM UNIPA Tolak Kedatangan Panglima TNI Di Manokwari - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


31 March 2018

BEM UNIPA Tolak Kedatangan Panglima TNI Di Manokwari


MANOKWARI, suarakpk.com - Rencana kedatangan Panglima TNI di manokwari Propinsi Papua Barat untuk membuka Acara Paskah Nasional pada hari kamis tanggal 5 April 2018 di manokwari mendapat penolakan oleh Badan Eksekutif UNIPA, pasalnya menurut mahasiswa, bahwa kedatangan Panglima TNI dinilai tidak sesuai dengan tugas sebagai Panglima TNI.
"Kami Bem-Unipa menolak dan kami melihat bahwa ini tidak sesuai dengan tugas dari Panglima TNI untuk datang membuka acara tersebut, karena kami melihat pada regulasi tidak sesuai dengan tugas dan fungsi kerja dari panglima TNI berdasarkan Pasal 17 ayat (3) UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 menyebutkan bahwa setiap menteri membidangi urusan  tertentu dalam pemerintahan." kata Presiden Mahasiswa Pilatus Lagoan dalam siaran pers kemarin Jumat (30/3/2018) di Kampus Unipa.
Menurutnya, Setiap kementerian negara masing-masing mempunyai tugas tersendiri. Adapun urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab kementerian negara, maka berhubungan dengan kegiatan keagamaan adalah tugas dari Menteri Agama.
"Sehingga kami menilai kedatangan Panglima TNI untuk membuka kegiatan paskah nasional Manokwari Papua Barat  tidak sesuai dengan tugas kerjanya dari Panglima TNI. Menurut kami  bahwa tidak tepat untuk mengundang panglima TNI dan kenapa tidak mengundang Kementerian Keagamaan saja?" tanyanya.
Mahasiswa menilai dan berfikir bahwa yang mengundang tentuh sudah paham terkait tugas dan fungsi kerjanya dari setiap kementerian.
"Kami bukan menolak kegiatan Paskah Nasional namun kami menolak kedatangan Panglima TNI di manokwari Papua Barat berdasarkan UUD 1945, Pasal 17 ayat ( 3 )." ungkapnya.
Ditambahkan alasan penolakan kehadiran Panglima TNI ke Manokwari Papua Barat itu tidak lebih selalu bersamaan dengan pembangunan markas-markas militer dan penambahan pasukan di seluruh tanah papua.
"Kehadirannya pasti membawa agenda ekspansi militer di papua yang selalu berdampak pada tingginya pelanggaran HAM di seluruh pelosok tanah papua." tuturnya.
Dijelaskan, beberapa kasus pelanggaran HAM yang di lakukan oleh militer di pania berdarah, 8 Desember 2014 belum tuntas sampai saat ini sehingga masyarakat di papua menjadi trauma dengan kejadian tersebut.
"kami mahaiswa menolak kedatangan Panglima TNI di manokwari Papua Barat." pungkasnya. (Aleksnder) 

No comments:

Post a Comment