Pemuda Harus Menjadi Agen Anti Tindak Kriminal - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


18 February 2018

Pemuda Harus Menjadi Agen Anti Tindak Kriminal


SLEMAN, suarakpk.com - Merebaknya berbagai tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum kabupaten sleman, membuat para generasi pemuda Sleman mengadakan kegiatan antisipasi tindak kriminalitas dan sekaligus sebagai duta atau agen untuk melakukan antisipasi dalam tema yang digelar ngopi bareng bersama Kapolres Sleman.
Kegiatan yang digelar di rumah dinas Bupati Sleman, dengan nara sumber DR.Hemri Supriyatno, Kasat Binmas dan Yusron Ketua KNPI Sleman yang dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai elemen organisasi kepemudaan di Sleman.
Dengan kejadian beberapa hari yang lalu, seperti diberitakan seorang pemuda menganiaya seorang pastur di sebuah gereja di Sleman, yang menjadikan Jogjakarta sebagai Kota Pelajar, wisata budaya menjadi tercoreng, yang selama ini terkenal tokeransi damai tenang menjadi berubah akibat kejadian tersebut.
Hemri mengatakan imege jogjakarta menjadi tidak baik mulai persoalan kriminalisasi yang masih culup tinggi, narkoba, klitih ketimpangan sosial menjadi gab yang cukup tinggi belum intokeransi itu sendiri, untuk itu hemri mengajak generasi pemuda di sleman menjadi sangat tempat menjadi agen persoalan persoalan yang terjadi.
"Pemuda harus diberi ruang dan tempat untuk mencari jati diri yang beradab positif yang senantiasa ikut mendapatkan peran di komunitas mereka dengan pemberdayaanya yang bernilai educasi, nilai kebersamaan kebebasan berekspresi nilai-nilai luhur budi pekerti dan kekompakan, inilah harapan sehingga menjadikan sleman lebih baik serta dapat meminimalisir berbagai tindak kejahatan dan kriminakitas." kata Hemri.

Secara terpisah Gus Rohman yang dihubungi suarakpk.com menjelaskan, jika kriminalitas yang terjadi beberapa waktu lalu semestinya dapat diantisipasi sejak dari awal, kriminalitas yang terjadi itu kurang besarnya perhatian pemerintah dalam segi pendidikan dan aklaq generasi muda.
"dengan majunya teknologi dan berkembangnya budaya yang negatif kadang justru menjadi cermin pemuda,
sementara pemerintah hanya disibukan dengan persoalan persoalan ekonomi serimonial, anggaran di bidang aklaq budi pekerti sopan santun menjadi kecil dan tertinggal" tutur Gus Rohman
Lebih lanjut Gus Rohman menambahkan jika semestinya jogjakarta harus lebih kondusif dibanding daerah lain.
"bukankah DIY ada Dana Istimewa, yang diperuntukan bagi DIY diantaranya, budaya, nah inikan bisa untuk memfasilitasi atas budi pekerti sopan santun, tatakrama sesuai budaya jawa, saya pikir ini lebih positif dan moralitas karakter sopan santun untuk generasi di Jogjakarta terutama di sleman menjadi lebih baik." ungkapnya.
Ditegaskan kembali oleh Gus Rohmab tentang wisata religi akan mampu merubah karakter.
"Bukanya Sleman juga merupakan tempat wisata religius, yang mampu merubah karakter dan peradaban di Sleman" pungkas Gus Rohman. (Gusta)

No comments:

Post a Comment