Jembatan Gantung penghubung Desa Bantarsari dan Desa Rawajaya Rusak Parah - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


19 February 2018

Jembatan Gantung penghubung Desa Bantarsari dan Desa Rawajaya Rusak Parah

Cilacap, suarakpk.com - Jembatan gantung sepanjang 100 meter yang terletak di Desa Bantarsari dan di bangun pada tahun 1998, saat ini kondisinya rusak parah. Jembatan yang menghubungkan Desa Bantarsari dan Desa Rawajaya ini terbuat dari papan dan selama 20 tahun baru sekali diperbaiki, itu pun dengan menyulam papan yang sudah lapuk dan paku yang terlepas.

Kondisi papan banyak yang sudah lapuk membuat jembatan gantung tersebut banyak yang berlubang, sehingga warga atau anak-anak sekolah yang melewati harus ekstra hati-hati, pasalnya jembatan tersebut hanya mampu dilewati 5 orang dengan beban 250 Kg serta warga yang melintas harus bergantian.

Salah satu  siswi SMP di Desa Bantarsari, Elis Kurnia yang rutin menggunakan jembatan gantung untuk berangkat dan pulang sekolah mengaku takut ambruk melewati jembatan ini.

“Ada jalan lain, tapi jauh harus muter sekitar 1 Km dan terpaksa harus lewat jembatan ini,” katanya, Jumat (16/2).

Dia berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut, sehingga tidak ada korban.

Sementara, Kepala Dusun (Kadus) Bulureja, Gito Setiono mengatakan jembatan ini di bangun tahun 1998 dan sekarang sudah 20 tahun. Kerusakan ini sudah 5 tahun dan sudah pernah di ajukan ke pemerintah, namun sampai saat ini belum terealisasi, padahal DPRD, Bupati dan Gubernur sudah meninjau jembatan ini.

 Memang, menurutnya ada jalan lain ke arah selatan sana, namun kita harus muter kurang lebih 1,5 Km. Kita sudah mengajukan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Cilacap bahkan ke provinsi hingga ke pemerintah pusat, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

“Kita pun melakukan perbaikan jembatan dengan swadaya dari masyarakat yang berada di dua desa, karena ini sebagai akses jalan desa,” katanya.

Dia menjelaskan, akses jalan ini sangat vital untuk kedua desa, khususnya anak-anak sekolah, dan anak-anak pesantren serta masyarakat di kedua desa tersebut.

Gito berharap agar pemerintah segera merealisasi perbaikan jembatan gantung ini, karena jalan ini sangat vital untuk pendidikan, ekonomi dan juga beribadah, jangan sampai ada korban jiwa lagi.

“Jembatan gantung ini sering sekali menelan korban yang jatuh bahkan masuk ke sungai, akibatnya patah tulang. Kita sudah sering melihat dan sering menyaksikan, bahkan kita pun bersusah payah untuk dapat menolong korban terjatuh dari jembatan gantung tersebut,” pungkasnya. (Irman)

No comments:

Post a Comment