Banjir Dukungan Menambah Optimis MBAK IDA - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


06 February 2018

Banjir Dukungan Menambah Optimis MBAK IDA



BANJARNEGARA, suarakpk.com-
Ribuan nahdliyin memenuhi Ball Room Surya Yudha di Rejasa pada Minggu siang (3/2) untuk mengikuti acara Temu Kangen dan Silaturrahim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banjarnegara dan sekaligus memperkenalkan cawagub Jawa Tengah pada Pilkada 2018, yakni Dra. Hj. Ida Fauziyah yang merupakan kader dari NU dan tercatat sebagai ketua umum Fatayat NU serta aktif sebagai ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU serta ketua Fraksi PKB DPR RI. Dan juga pernah memimpin sidang paripurna pertama DPR RI masa bakti 1999-2004 karena merupakan anggota DPR RI termuda dalam usia 28 tahun mewakili unsur perempuan dan juga sudah 4 periode menjadi anggota DPR RI.


Dalam kesempatan tersebut Mbak Ida (sebutan khas timses) menyampaikan sebabnya 'nyalon' dan program kerja serta profilnya. Bahwa tawaran menjadi bakal calon Wagub pada Pilkada Jateng 2018 melalui perenungan yang mendalam dan karena diijinkan suaminya, Taufiq R. Abdullah (anggota F PKB DPR RI dan ketua transisisi DPC PKB Banjarnegara) serta adanya restu para kyai maka akhirnya menyatakan bersedia dicalonkan oleh PKB pada khususnya dan PAN, PKS  serta Gerindra pada umumnya.
Ada beberapa program yang mba Ida sampaikan yakni Program APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang Pro Pesantren, APBD Pro Perempuan dan APBD Pro Rakyat Kecil seperti Petani dan Nelayan serta juga penurunan kemiskinan dan perceraian, penciptaan lapangan kerja, dan akses pendidikan yang mudah serta murah.


Mba Ida menyadari berkompetisi  dengan petahana, bukanlah hal yang mudah namun karena diberangkatkan oleh PBNU se-Jawa Tengah maka langkahnya menjadi ringan serta semakin optimis karena tiap hari banjir dukungan yang datang silih berganti. Dan apalagi menurut logikanya, bahwa mayoritas pemilih Jawa Tengah  adalah perempuan maka akan memilih sesama perempuan yang lebih memahami tentang kebutuhan serta pemberdayaan  perempuan.
Dan ada beberapa hal yang membuat prihatin mbak Ida dan ingin memperjuangkan serta mewujudkannya  bila terpilih nanti yakni Jawa Tengah termasuk daerah yang menyumbangkan kemiskinan tertinggi nomor 2 di Indonesia, ada 15 kota di Jateng yang masuk zona merah yang perlu program strategi khusus serta adanya banyak polemik terjadi pada persoalan perempuan, seperti angka perceraian tinggi karena banyak wanita yang harus bekerja ke luar negeri, angka kemiskinan tinggi karena diawali dengan pernikahan dini dan sebagainya.

Dikesempatan acara berikutnya, pidato yang berupa dukungan serta usulan datang dari ketua Muslimat Banjarnegara, Hj Siti Istiyanah yang mengusulkan agar menggunakan slogan Digdaya yang berarti  Sudirman Said gandeng Ida Fauziyah -Jawa Tengah Pasti Jaya.

Dalam kegiatan itu disampaikan pula pidato politik dari Ketua DPW PKB Jawa Tengah, H. Yusuf Chudlori. Yang memaparkan tentang kriteria pemimpin yang baik adalah yang takut pada Tuhan sehingga tidak 'ngapusi' (bohongi), tidak harus kaya raya tapi  bersih, serta anti korupsi yang tidak sekedar slogan. Seperti Sudirman Said yang berani serta bersih sehingga ramai peristiwa papa minta saham dengan orang kuat yang sekarang menjadi tersangka. Dan Pak Dirman sebagai pemrakarsa Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) yang kemudian menjadi adanya Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan pemimpin yang baik adalah yang welas asih (sayang) dengan rakyat sehingga kebijakannya tidak menyusahkan rakyat.

Acara Temu Kangen serta Silaturrahim dengan Pak Dirman dan Mbak Ida itu ditutup dengan deklarasi dukungan dari ribuan hadirin untuk memenangkan Pak Dirman dan mbak Ida yang diwakili dari Tokoh Masyarakat, Ormas dan elemen masyarakat se-Banjarnegara. (Setiawan).

No comments:

Post a Comment