BABINSA KORAMIL 10/IMOGIRI PEDULI PENDIDIKAN - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


13 February 2018

BABINSA KORAMIL 10/IMOGIRI PEDULI PENDIDIKAN


BANTUL, suarakpk.com - Selasa pagi (13/2/2018), Babinsa Koramil 10/Imogiri Serka Walidi dan Serda Sakijo mengantar murid Sekolah Dasar (SD) menuju Sekolahan SD Kedungmiri Imogiri.

Ini adalah sebagai wujud kepedulian Babinsa Ds Sriharjo Koramil 10/Imogiri terhadap Pendidikan khususnya akses jalan menuju tempat sekolahan, karena kondisi beberapa jalan/jembatan diwilayah imogiri yang hanyut di terjang banjir pada waktu lalu dan masih dalam proses perbaikan.

Akses jalan yang hanyut adalah jembatan gantung yang menghubungkan desa Sriharjo dengan desa Selopamioro, sampai saat ini peralihan akses jalan hanya menggunakan tali dan perahu karet dari bantuan BPBD Bantul pada saat Karya Bhakti Koramil 10/Imogiri Minggu lalu. (11/2/2018)

Melihat hal tersebut selaku Babinsa Ds Sriharjo Serka Walidi & Serda Sakijo terpanggil utk membantu guna kelancaran anak-anak berangkat ke sekolah. Mereka harus melambung sekitar 7 kilometer melewati siluk untuk menuju ke Sekolah SD Kedungmiri Imogiri.

Serka Walidi menyampaikan, "Kami Babinsa sangat tersentuh hati kami, ketika melihat kondisi jalan maupun jembatan yang telah rusak karena banjir lalu, karena itu merupakan akses masyarakat setempat dalam beraktifitas, khusus anak - anak menuju ke Sekolah."

Serda Sakijo juga menambahkan, "Tak ada niat apapun, kecuali pengabdian kepada Negara dan Bangsa terutama kepada masyarakat untuk senantiasa membantu kesulitan masyarakat, apalagi anak - anak tingkat Sekolah Dasar, panggilan hati nurani kami selaku manusiawi serasa tak terbendung melihat kondisi tersebut."

Masyarakat Sriharjo berharap, semoga Jembatan maupun akses jalan penghubung desa Sriharjo dan Selopamioro segera diperbaiki dan dapat difungsikan kembali seperti sedia kala, karena jembatan gantung tersebut merupakan akses utama yang paling dekat sebagai penghubung ke dua desa, apabila terjadi hujan deras arus sungai menjadi deras dan berbahaya sehingga penduduk desa tidak berani melewati sungai dengan tali dan perahu karet, terlebih anak - anak sekolah dasar.(301/red/pendim.btl)

No comments:

Post a Comment