Antisipasi Lonjakan Harga, Satgas Yonif 410/Alg Bersama Warga Keerom Tanam Bawang Merah - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


14 February 2018

Antisipasi Lonjakan Harga, Satgas Yonif 410/Alg Bersama Warga Keerom Tanam Bawang Merah



KEEROM, PAPUA, suarakpk.com - Mengantisipasi lonjakan harga bawang merah di wilayah Papua, khususnya di Kab. Keerom, Satgas Yonif 410/Alugoro Pos Arso dibawah pimpinan Lettu Inf P. Siagian bersama masyarakat Arso 13, Distrik Skanto, Kab. Keerom Papua, melaksanakan kegiatan penanaman bawang merah, Rabu (14/2/2018).
Penanaman bawang merah sengaja dilaksanakan saat sekarang ini untuk mengantisipasi lonjakan harga oleh tingginya  permintaan kebutuhan bawang merah di wilayah Papua khususnya menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa bulan lagi. Maka sangatlah bila para petani menanam produk unggulan bawang merah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka.

Kepala Kp. Arso 13 Bp Kastiyo menuturkan,  wilayah ini merupakan salah satu pemasok hasil pertanian bagi Kota Jayapura dan sekitarnya,  karena kondisi tanah yang sangat subur dan nyaris tidak ada musim kemarau sehingga pasokan air cukup melimpah. Namun demikian persediaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi serta obat pestisida masih mengalami kendala, yakni masih sulit didapat dan apabila ada harganya cukup mahal. Tapi berkat bantuan dari Bapak-bapak TNI semua dapat berjalan dengan baik, imbuhnya.

"Bersyukur ada Bapak-bapak TNI sehingga penanaman bawang merah ini cepat selesai, karena ini waktu yang tepat biar panen nanti pas menjelang Idul Fitri, jadi bisa dapat untung yang besar", ungkap Bapak Kastiyo.


Lain halnya dengan pendapat salah satu warga di Kp Arso 13 Bapak John Petrus.

 "Satgas yang sekarang ini sangat kreatif, mereka tidak segan-segan membantu para petani sehingga bisa lebih menghemat biaya, tenaga dan waktu", puji John.

"Dengan keberadaan Bapak-bapak Satgas di sini, kami merasa sangat terbantu. Hal ini karena ongkos buruh tani di sini cukul mahal, belum lagi ditambah biaya pupuk dan obat-obatan", keluh John. (001/red)

No comments:

Post a Comment