Oknum Pejabat BKN Diduga Tipu Ratusan Juta - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


02 January 2018

Oknum Pejabat BKN Diduga Tipu Ratusan Juta

Foto : YS bersama Istrinya (Oknum Pejabat BKN)
Sragen, suarakpk.com – Dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum pejabat struktural Badan Kepawaian Negara, YS mulai mencuat di permukaan. Pasalnya korban yang sudah dijanjikan selama 3 tahun ini tidak kunjung teralisasi, sedangkan korban sudah memenuhi permintaan YS untuk mentransfer uang senilai Rp.100 juta ke nomor rekening BNI cabang BKN atasnama YS.
Menurut pengakuan korban, DP warga sragen, yang awalnya berharap bisa masuk ke PNS dipertemukan dengan YS oleh salah satu famillinya di kantor BKN sekitar bulan agustus 2015 lalu. YS menerima DP dengan kekeluargaan dan saat itu baik, YS dalam pertemuan mengaku bisa membantu mengangkat CPNS dengan nilai tertentu walau tidak bertugas di Sragen, namun akan dimasukkan di Bekasi.
“waktu itu sekitar bulan agustus 2015, saya dengan bapak saya dan kakak dipertemukan oleh seorang kawan YN dengan pak YS di ruang kerjanya, dan kami diterima baik, sehingga terjadi pembicaraan yang mengarah pada janji pak YS bisa menerima saya sebagai PNS namun tidak di Sragen, katanya saya akan dimasukkan di Kota Bekasi.” kata DP kepada suarakpk.com kemarin selasa, (7/11) di rumah saudaranya yang terletak di salatiga.
Bukti Transfer Ke BNI Cab.BKN kepad Oknum Pejabat BKN
DP menjelaskan bahwa dirinya telah mentransfer uang senilai Rp.100 juta ke nomor rekening BNI Cabang BKN atasnama YS dan itu sesuai permintaan YS sebanyak tiga kali transfer di bulan agustus 2015 lalu.
“saya transfer ke Nomor Rekening BNI cabang BKN atasnama Pak YS, lalu dia dijanjikan bulan desember 2015 akan menerima pengumuman penerimaan CPNS langsung berserta NIP dan Surat Tugasnya.” jelas DP.
Bukti Transfer Ke BNI Cab.BKN kepad Oknum Pejabat BKN
Lebih lanjut DP merasa kecewa ternyata hingga saat ini, janji itu tidak ditepati dan saat YS dihubungi oleh DP maupun kakaknya yang menjadi saksi pembicaraan juga tidak ditanggapi, hingga pengakuan DP pernah mendatangi BKN bersama YN yang mempertemukan dengan YS, namun terpaksa pil pahit harus ditelan, kedatangannya tidak membuahkan hasil, bahkan YS terkesan menghindar.
“pernah kakak saya mendatangi BKN dan menemui YS, namun sesampai di BKN, kakak saya harus menelan pil pahit tidak bisa menemui YS dan pulang tangan kosong.” ujarnya.
Terpisah kakak DP yang tinggal di Kota Salatiga, IS mengatakan bahwa dirinya akan terus meminta uang itu dikembalikan sehingga dianggap masalah tersebut selesai, pasalnya menurut IS bahwa selama tiga tahun ini tidak jelas, dan adiknya sudah tidak berminat lagi dengan janji YS.
“walau YS terus menjanjikan bahwa adik saya akan tetap diangkat CPNS dan menurut YS bahwa data adik saya sudah masuk database program pengangkatan BKN melalui Kota Bekasi, kami sudah tidak percaya, kami hanya ingin uang adik saya dikembalikan saja, sesuai bukti transfer yang kami miliki. Sebelum kami melangkah sesuai jalur hukum yang berlaku, kami sudah berupaya menghubungi YS melalui SM maupun WhatsApp namun tidak ditanggapi YS, terpaksa kami sampaikan kepada media, sebab kami sudah capek bolak balik jakarta dan harus menunggu berhari hari dengan biaya sendiri.” kata IS saat memberikan penjelasan kepada media dan beberapa kawan aktifis di Jawa Tengah.
IS mengaku jika hingga akhir bulan Desember 2017 ini tidak diselesaikan oleh YS, menurut IS akan melangkah sesuai prosedur aturan yang berlaku dan meminta kepada Kepala BKN perlu memberikan teguran dan sanksi kepada YS yang telah merusak citra pegawai BKN dan sama halnya telah membuka kran penipuan lainnya mengatasnamakan pejabat BKN walau YS benar menjadi salah satu pejabat struktural di BKN.
“saya berharap hingga akhir bulan desember ini, YS bisa menyelesaikan tanggungjawab perbuatannya dengan mengembalikan uang adik saya, dan bila memang YS tidak bertanggungjawab, maka saya bersama kawan di sini akan mencoba meminta pertanggungjawaban secara hukum, karena menurut saya ini barus satu korban, jika mengacu informasi dari YN bahwa YS juga ada terduga korban lainnya.” jelas IS.
Pantauan suarakpk.com di BKN, diketahui YS merupakan alumni STIE Gotong Royong Fakultas Manajemen yang saat ini menjabat salah satu Kasie di Badan Kepegawaian Negara.
Hingga berita ini di turunkan, suarakpk.com sudah mencoba menghubungi YS melalui SMS dan WhatsApp namun tidak memberikan tanggapan, saat dikonfirmasi melalui telp, menunjukkan nada sambung namun tidak diangkat oleh YS. (IR.01/Red)

1 comment:

  1. Sangat sadis dgn dalih PNS Rp 100.000.000 si sikat oknum.3 tahun adalah waktu yang begitu lama.
    Citra Nama baik di hancurkan oleh oknum pegawai.sungguh keji di bandingkan dgn jabatannaya.

    ReplyDelete